Hujan Deras Sebabkan Longosr di Caringin Bogor, Akses 2 Desa Putus

Hujan Deras Sebabkan Longosr di Caringin Bogor, Akses 2 Desa Putus

Fajarasia.id – Hujan deras dengan durasi yang cukup lama sebabkan tanah longsor di wilayah Kampung Bojong Katon, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/4/2024).

Longsoran tanah tersebut pun rusak akses penghubung ke dua desa.

Dua desa yang kini aksesnya terputus yakni Desa Pancawati dan Desa Cimande.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani.

Ia menuturkan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/4/2024) malam, sedangkan pihaknya baru menerima laporan pada Selasa (16/4/2024) sore.

“Dikarenakan hujan deras yang berdurasi cukup lama dan kontur tanah yang labil sehingga mengakibatkan pohon bambu tumbang terbawa longsor,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (18/4/2024).

Meski begitu, beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Warga sekitar pun langsung berinisiatif membuat jembatan darurat agar tetap bisa melewati jalan tersebut untuk memangkas jarak dan waktu.

“Material longsoran sudah dibersihkan oleh warga setempat dan untuk sementara warga membuat jembatan sementara dari bambu,” pungkasnya.

Jembatan yang menghubungkan antara Desa Pancawati dan Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sepanjang 15 meter dengan diameter 2 meter ambruk.

Struktur beton jembatan itu amblas terbawa longsor, hingga akhirnya warga sekitar dan pemerintah Desa terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu.

Menurut Kepala Desa Pancawati, Ikbal Jayadi, jembatan ambruk beberapa hari yang lalu saat hujan deras melanda Kecamatan Caringin.

“Kejadian itu hari Minggu, setelah hujan lebat. Untuk sementara, kami dari pihak desa membuat jembatan sementara dari bambu agar warga tetap bisa melintas,” ujarnya.

Ikbal menjelaskan bahwa setelah kejadian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sudah melakukan pengecekan dan asesmen lapangan untuk memastikan dampak kejadian tersebut.

“Satpol PP Kecamatan dan BPBD telah melakukan pendataan langsung di lapangan, dan kami telah menangani sementara dengan pembangunan jembatan darurat,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen sudah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2025 dan telah menjadi prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa.

“Insya Allah, jembatan tersebut menjadi prioritas pembangunan tahun 2025 melalui dana desa, dengan panjang 15 meter dan lebar 10 meter,” tandasnya.***

Pos terkait