Heartology Kembangkan Teknologi Minim Invasif untuk Perawatan Jantung

Heartology Kembangkan Teknologi Minim Invasif untuk Perawatan Jantung

Fajarasia.id – Direktur Heartology Cardiovascular Hospital, Dr. Faris Basalamah menegaskan komitmen dalam mengembangkan teknologi bedah jantung minim invasif. Pendekatan ini mempersingkat masa rawat inap dan meningkatkan keamanan prosedur medis pasien jantung koroner.

“Minimal Invasive Cardiac Surgery mengurangi waktu rawat dari sepuluh hari menjadi hanya tiga hingga lima hari. Efikasi pengobatan meningkat, sementara risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan,” ujar Dr. Faris Basalamah dalam CARES 2025 di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Dr. Faris menjelaskan heartology juga mengedepankan pendekatan multidisiplin berbasis tim, mulai dari intervensi hingga bedah dan rehabilitasi jantung. Kolaborasi lintas subspesialisasi ini memastikan diagnosis dan penanganan pasien dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Pasien tak lagi ditangani oleh satu dokter, melainkan melalui kerja tim berbasis bukti klinis terkini. Semua teknologi yang digunakan wajib lolos uji efikasi dan keamanan global,” kata Dr. Faris.

Selain pendekatan klinis, Heartology juga fokus pada diseminasi keilmuan pasca CARES 2025 secara berkelanjutan. Menurut Ketua Panitia CARES, dr. Adrianus Kosasih, edukasi lanjutan dilakukan melalui mini-cast tematik dan sesi bedah kasus langsung.

“Mini-cast adalah forum kecil berbasis workshop dan live case di rumah sakit secara langsung. Topiknya spesifik seperti bedah jantung struktural atau ablasi aritmia,” ucap dr. Adrianus Kosasih.

Heartology berharap inovasi teknologi dan perluasan edukasi mampu mempersempit kesenjangan akses layanan jantung di Indonesia. Lewat CARES 2025, Heartology menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan layanan kardiovaskular yang berbasis kolaborasi dan teknologi.***

Pos terkait