Fajarasia.id – Hamas menegaskan kelompok tersebut ingin membebaskan semua tahanan sipil dan orang asing yang tidak memiliki kewarganegaraan Israel. Hal tersebut disampaikan anggota politbiro Hamas Moussa Abu Marzouk kepada Asharq Al-Awsat.
Sebelumnya, Abu Marzouk memimpin delegasi Hamas ke Moskow dan bertemu pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (26/10/2023). Pertemuan ini merupakan bagian dari pembicaraan mencari solusi atas krisis perang Hamas-Israel.
“Para tahanan adalah tamu kami,” kata Abu Marzouk selama wawancara, seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Minggu (2*98/10/2023).
Ia mengatakan pembebasan sandera tersebut akan segera dilakukan begitu kondisi yang sesuai tersedia. Ia juga menegaskan bahwa pemboman Israel yang parah di Jalur Gaza mempersulit proses pembebasan para sandera ini.
Abu Marzouk menjelaskan ratusan warga dan puluhan pejuang dari berbagai faksi Palestina memasuki wilayah pendudukan. Mereka kemudian menangkap puluhan orang, sebagian besar warga sipil, setelah Divisi Gaza tentara Israel jatuh.
Dia mensyaratkan kelompok tersebut memerlukan waktu untuk mencari, mengklasifikasikan, dan melepaskan para sandera. Abu Marzouk juga memuji posisi Moskow yang mengatakan diplomasi aktif Rusia ‘berusaha mengakhiri kejahatan Israel’.
Dalam pembicaraan dengan Moskow, ia menekankan hak-hak rakyat Palestina dalam melawan pendudukan Israel.






