Fajarasia.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya setiap desa memiliki operator data untuk memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, keberadaan operator data akan memastikan penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
“Data harus diterima dari bawah, melalui jalur resmi dan partisipasi aktif perangkat desa serta petugas lapangan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa data bersifat dinamis sehingga kepala daerah perlu rutin memperbarui informasi. Pemutakhiran DTSEN kini dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menjamin integritas dan akurasi.
Selain itu, Gus Ipul meminta kepala daerah berperan aktif dalam penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat, terutama dari keluarga yang masuk desil 1–2 DTSEN. Proses penetapan calon siswa dilakukan melalui verifikasi lapangan, dialog dengan orang tua, hingga keputusan kepala daerah.
Gus Ipul juga menjelaskan sistem multi entry multi exit di Sekolah Rakyat, di mana calon siswa mendapat asesmen sesuai kemampuan sehingga bisa langsung masuk ke jenjang kelas yang sesuai. Tahun ini, terdapat 453 lulusan pertama Sekolah Rakyat, terdiri dari 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA.
Adapun pembangunan sekolah permanen di Sampang dan Deli Serdang ditargetkan rampung Juni 2026. “Dengan tata kelola data yang baik dan pendidikan yang inklusif, kita bisa memastikan intervensi negara benar-benar tepat sasaran,” tegas Gus Ipul.***





