Gubernur DKI Jakarta Batasi Perayaan Tahun Baru, Utamakan Empati Korban Bencana

Gubernur DKI Jakarta Batasi Perayaan Tahun Baru, Utamakan Empati Korban Bencana

Fajarasia.id – Perayaan pergantian tahun di Ibu Kota kali ini akan berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pesta kembang api tidak akan digelar, sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah berduka akibat bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Tidak boleh ada kemeriahan berlebihan, apalagi yang bersifat mewah. Saya tidak menginginkan itu,” ujar Pramono sabtu (20/12).

Sebagai gantinya, Pemprov DKI akan mengadakan kegiatan doa bersama dan kontemplasi untuk mendoakan para korban bencana. Pramono mengajak warga Jakarta merayakan pergantian tahun dengan penuh rasa syukur namun tetap sederhana.

Ia juga menyebut kemungkinan penggunaan pertunjukan drone sebagai alternatif hiburan, menggantikan pesta kembang api yang biasanya menjadi ikon perayaan malam tahun baru di Jakarta.

“Saya putuskan, kembang api tidak perlu ada. Drone saja cukup,” tegasnya.

Pramono menekankan bahwa konsep final perayaan Tahun Baru akan segera diumumkan, namun prinsip utama yang dipegang adalah kesederhanaan dan solidaritas. Ia tidak ingin Jakarta menampilkan kemewahan di tengah penderitaan masyarakat di daerah lain.

Selain itu, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta terus menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut dilakukan secara konsisten meski tidak selalu dipublikasikan.

“Jakarta sampai hari ini masih terus memberikan bantuan. Beberapa daerah yang terdampak cukup parah kami kirim bantuan langsung,” jelasnya.***

Pos terkait