Fajarasia.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengusulkan modernisasi angkutan kota (angkot) agar lebih nyaman dan terintegrasi, mencontoh sistem Jak Lingko di Jakarta dan Warawiri di Surabaya.
Usulan ini muncul setelah sejumlah sopir angkot melakukan demonstrasi di Jalan Ahmad Yani, memprotes kebijakan operasional Bus Trans Bekasi Keres (Beken). Menurut Hary, modernisasi angkot dapat dilakukan dengan skema subsidi APBD, fasilitas AC, serta pemberian gaji tetap bagi sopir.
“Jika angkot lebih nyaman, masyarakat pasti tak ragu menggunakan transportasi umum. Angkot bisa menjadi feeder bagi bus-bus yang beroperasi di Kota Bekasi,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan tarif angkot tidak bisa gratis seperti Jak Lingko karena keterbatasan APBD Kota Bekasi. Hary juga menyayangkan kurangnya sosialisasi terkait peluncuran Trans Beken, yang membuat sopir angkot merasa terpinggirkan.
Aksi protes sopir angkot dari berbagai trayek sempat menutup sebagian akses Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (12/2), dan menyebabkan kemacetan di pusat Kota Bekasi.





