Fajarasia.id – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Dwi Rio Sambodo, menilai pencabutan izin operasional B-Fashion Hotel dan The Seven di Jakarta Barat belum cukup untuk menuntaskan persoalan peredaran narkoba.
Rio mendesak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI menelusuri pemilik dan pengelola kedua tempat hiburan tersebut. “Pengawasan tidak boleh berhenti pada pencabutan izin semata, tetapi juga harus menelusuri siapa pemilik manfaat. Bisa saja ini fenomena gunung es,” ujarnya, Kamis (21/5/2025).
Ia juga mendorong adanya sistem blacklist dan basis data terintegrasi terhadap pengelola maupun pemegang saham yang pernah terlibat pelanggaran berat. Selain itu, proses verifikasi perizinan hiburan malam harus diperketat, termasuk audit kepemilikan perusahaan dan rekam jejak pengelola.
Rio menekankan pengawasan lapangan perlu dilakukan rutin bersama aparat penegak hukum, BNN, Satpol PP, dan kepolisian agar tidak hanya reaktif setelah kasus mencuat. “Kasus ini harus jadi momentum evaluasi total tata kelola hiburan malam di Jakarta,” katanya.
Sorotan terhadap pengawasan hiburan malam menguat setelah polisi menggerebek B-Fashion dan The Seven terkait dugaan peredaran narkoba. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian mencabut izin operasional kedua tempat tersebut sebagai bentuk ketegasan menjaga ekosistem pariwisata yang aman dan tertib.***





