DPR Dorong Penambahan Biaya Program Makan Bergizi di Papua

DPR Dorong Penambahan Biaya Program Makan Bergizi di Papua

Fajarasia.id – Anggota DPR RI Yan Mandenas menilai perlu adanya penyesuaian biaya per porsi dalam program Makan Bergizi (MBG) di Tanah Papua. Menurutnya, standar anggaran saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa, terutama di tingkat SMP dan SMA, mengingat harga bahan pangan di wilayah timur Indonesia relatif lebih tinggi.

Dalam kunjungan kerja di Manokwari, Selasa (11/11), Yan menjelaskan bahwa anggaran Rp10 ribu per porsi hanya cukup menyediakan satu jenis lauk dan sayur. “Untuk SD dan PAUD porsinya sudah memadai, tetapi bagi SMP dan SMA masih sangat kurang. Karena itu, kami mendorong agar biaya dinaikkan menjadi Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per porsi,” ujarnya.

Ia menekankan, peningkatan anggaran akan memungkinkan dapur MBG menghadirkan menu yang lebih variatif dan bergizi, sekaligus mendukung operasional di daerah pedalaman yang memiliki biaya logistik lebih tinggi. DPR, kata Yan, berkomitmen mengawal program ini bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar standar layanan di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) dapat terpenuhi.

Yan juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan layanan MBG di wilayah 3T mulai tahun depan. “Anak-anak di pedalaman harus mendapat pelayanan gizi yang sama dengan di kota,” tambahnya.

Selain aspek gizi, Yan menilai program MBG harus menjadi penggerak ekonomi lokal. Ia mendorong agar bahan baku makanan dipasok langsung dari koperasi dan petani setempat, sehingga perputaran ekonomi daerah lebih hidup dan masyarakat merasakan manfaatnya.

Bupati Manokwari Hermus Indou yang turut mendampingi kunjungan tersebut menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang wajib disukseskan bersama. Menurutnya, program ini sangat membantu anak-anak yang datang ke sekolah dalam kondisi perut kosong. “MBG meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar mereka,” kata Hermus.

Ia menambahkan, pelaksanaan MBG di Manokwari telah berjalan baik dan akan terus dievaluasi untuk memperkuat ekosistem pengelolaan serta memperluas dampak ekonomi. “Program ini bukan hanya soal gizi anak, tapi juga mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dapur MBG menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi rumah tangga,” jelasnya.

Dengan penyesuaian biaya menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per porsi, kualitas menu MBG di Papua diyakini akan lebih baik dan seimbang dengan harga bahan pangan di wilayah timur Indonesia.

Pos terkait