Diduga Ada Sesuatu, As Intel Enggan Ekspose Kasus Embung Noemuti

Diduga Ada Sesuatu, As Intel Enggan Ekspose Kasus Embung Noemuti

Fajarasia.id -Hingga saat ini, Asisten Intelejen (As Intel) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Asbach, S. H, M. H, enggan menggelar ekspose kasus dugaan korupsi proyek embung di Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp. 880. 000. 000.

Yang mana, kasus itu dilaporkan oleh ARAKSI NTT karena diduga adanya unsur kolusi korupsi nepotisme (KKN). Dimana, proyek bernilai Rp.880 juta itu dikerjakan oleh kakak kandung dari oknum pejabat pada Pemda Kabupaten TTU.

Berdasarkan aturan yang berlaku pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) yang dilakukan hanya sebatas empat belas (14) hari dan dilakukan gelar perkara (ekspose) setelah tiga puluh (30) hari.

Namun, hingga detik ini jadwal ekspose atau gelar perkara yang direncanakan oleh Asisten Intejelen (As Intel) Kejati NTT, Asbach, S. H, M. H, setelah 30 hari tidak kunjung dilakukan bahkan As Intel Kejati NTT justru mendiamkan hasil Pulbaket yang dilakukan Intelejen Kejati NTT.

Anehnya, dalam konfrensi pers di Kejati NTT pada 22 Desember 2022 lalu, As Intel Kejati NTT, Asbach, S. H, M. H dihadapan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi ( Wakajati) NTT, Agus Sahat Lumban Gaol, S. H, M. H berjanji bakal menggelar ekspose dalam waktu dekat, namun itu hanya janji belaka kepada Wakajati NTT beserta Araksi NTT ketika mempertanyakan perkembangan kasus itu.

As Intel Kejati NTT, ASLsbach, S. H, M. H kepada wartawan mengaku bahwa tim bidang intelejen Kejati NTT telah melakukan peninjauan di lokasi pekerjaan embung di Noemuti, Kabupaten TTU beberapa waktu lalu.

Namun, ketika ditanya terkait temuan yang diperoleh bidang intelejen Kejati NTT, As Intel Kejati NTT, Asbach, S. H, M. H memilih bungkam bahkan terkait penggunaan Geomembaran untuk menampung air di embung Noemuti tidak mampu dijelaskan As Intel Kejati NTT.

Ketua Araksi NTT, Alfred Baun kepada wartawan, Kamis (29/12/2022) menegaskan bahwa terkait laporan Araksi NTT terkait pekerjaan itu, justru penyidik intelejen Kejati NTT meminta dirinya untuk membuktikan unsur KKN dalam proyek itu.

“Bagaimana model pemeriksaan di Kejati NTT. Saya yang lapor kasusnya, saya yang diminta untuk buktikan unsur KKN nya oleh penyidik. Bahkan, saya diperiksa seolah – olah saya ini tersangka. Yang punya tugas buktikan saya atau penyidik??,” tanya Alfred Baun.(rey)

Pos terkait