Burhanuddin Muhtadi Sebut Suara Dharma-Kun Meledak Usai Anies Dukung Pramono

Burhanuddin Muhtadi Sebut Suara Dharma-Kun Meledak Usai Anies Dukung Pramono
Rilis Survey Nasional. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat Rilis Survey Nasional Indikator Politik Indonesia, Minggu (3/4/2022). Survey dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana dukungan masyarakat terhadap sistem demokrasi, selain mengetahui seberapa besar kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi seperti Presiden, DPR, TNI, polisi, KPK, MPR, kejaksaan, pengadilan yang harus diketahui karena merupakan indikator penting atas jalannya demokrasi. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fajarasia.id – Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengungkap 10% suara yang diraih paslon nomor urut 2 Pilgub Jakarta Dharma Pongrekun-Kun Wardana di luar prediksi dari lembaga survei. Dari hasil analisisnya, pemilih non-muslim lebih besar memilih Dharma-Kun ketimbang paslon lain.

“Suara Dharma Kun tinggi itu di luar prediksi banyak lembaga survei. Dari survei Indikator terakhir 5,1 persen naik sampai 10,6 persen di quick count. Saya punya exit poll pada mereka yang mencoblos itu proporsi pemilih non-muslim itu lebih besar di pemilih Dharma-Kun. Pertanyaannya kenapa proporsi non-muslim lebih lebih banyak ke Dharma-Kun itu menarik buat saya” kata Burhanuddin kepada wartawan, Kamis (28/11/2024).

Burhanuddin mengatakan pada awal November 70% non-muslim memilih Pramono-Rano. Namun ada pergeseran dukungan ketika Anies Baswedan mengumumkan dukungan ke Pramono-Rano. Menurutnya, banyak pendukung non-muslim kecewa dengan Pramono-Rano karena didukung Anies.

“Awal November 70 persen non-muslim pemilih Pramono. Masuknya Anies seperti pisau bermata dua. Banyak pendukung Pramono yang kecewa karena dukungan Anies, tapi juga tidak mendukung RK karena dukungan PKS, FPI dan sebagainya. Banyak pendukung Pramono dari pendukung Anies tidak bisa dipisahkan dari pemilu sebelumnya. Ada pemilih non-muslim yang lari dari pemilih Pramono,” ujarnya.

Namun, pemilih yang lari itu tidak mendukung Ridwan Kamil-Suswono karena faktor dukungan Habib Rizieq Shihab dan FPI. Alhasil para pemilih itu bergeser dukungan ke Dharma-Kun.

“Mereka juga tidak mendukung RK karena mencari dukungan ke FPI dan sebagainya. Pemilih non-muslim banyak ke Dharma Kun karena kebetulan anak pendeta dari Toraja,” ujarnya.

“Memang pemilih non-muslim beralih dari dua kubu karena kecewa karena RK mendekati FPI dan pada saat yang sama Anies memberikan dukungan ke Pramono. Karena itu mereka pindah ke Dharma Kun. Sebelumnya pemilih non-muslim memilih Pramono tapi pindah ke Dharma Kun,” lanjutnya.

Menurutnya, jika tak ada pergeseran pemilih, Pramono-Rano bisa menang satu putaran. Secara elektoral, pemilih tersebut sangat berpengaruh bagi Pramono-Rano.

“Kalau misalnya pemilih non-muslim yang ke Dharma-Kun ke Pramono bisa menang satu putaran. Secara elektoral sangat mengganggu Pramono. Karena ada 15 persen pemilih non-muslim di DKI dan 70-80 persen itu pindah ke Dharma Kun,” ucapnya.****

 

Pos terkait