Fajarasia.id – Bank Indonesia (BI) dan sembilan kementerian/lembaga tergabung dalam Satgas Nasional LCT menandatangani perjanjian kerja sama dan Kordinasi. Perjanjian itu menyangkut tugas dan fungsi Satgas, guna mendorong implementasi penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction /LCT).
“Yaitu penggunaan LCT dalam transaksi bilateral, yang menjadi salah satu program Pemerintah dalam penguatan ekonomi nasional. Ini merupakan langkah kongkrit untuk menjalankan komitmen, kerja sama, dan sinergi kebijakan dalam mengakselerasi implementasi LCT,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti di Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Dia juga menegaskan seluruh pihak bertanggung jawab dalam mendorong peningkatan realisasi LCT. Penggunaan LCT diharapkan dapat mendukung upaya diversifikasi mata uang dalam transaksi bilateral.
“Hal itu sekaligus sebagai salah satu bentuk mitigasi risiko di tengah tingginya ketidakpastian global. Serta upaya pendalaman pasar keuangan dan stabilisasi nilai tukar,” ucap Destry.
Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian ikut mendukung Satgas Nasional LCT. Keberadaan Satgas ini dinilai positif dalam mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekonomi dan keuangan lintas negara.
“Implementasi LCT telah menunjukkan hasil yang sangat positif, tercermin dari transaksi yang meningkat pesat. Baik dari sisi nilai transaksi maupun jumlah pengguna,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan.
Saat ini, BI terus berupaya memperluas implementasi LCT dengan negara mitra. Implementasi LCT yang sudah terealisasi antara lain dengan negara Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok.
Berdasarkan data BI, sejak diimplementasi tahun 2018, total transaksi LCT pada semester I-2024 mencapai 4,7 miliar dolar AS. Jumlah itu diprakirakan meningkat 1,5 kali lipat dari total transaksi LCT tahun 2023 sebesar 6,29 miliar dolar AS.
Ke depan, BI akan mendorong agar capaian implementasi LCT terus meningkat. Baik dengan empat negara eksisting, maupun dengan 4 negara mitra baru yaitu Singapura, Korea, India dan Uni Emirat Arab.
Adapun sembilan kementerian/lembaga yang tergabung dalam Satgas Nasional LCT bersama BI adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Keuangan,
Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.****






