Fajarasia.id – Anggota Komisi V DPR RI Rofik Hananto mendorong pemerintah untuk mengaudit kelaikan jalan nasional pascatabrakan maut antara bus penumpang Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Dia mengatakan tragedi yang mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia tersebut diduga bermula saat bus membanting setir untuk menghindari lubang jalan sehingga terjadi tabrakan yang memicu kebakaran.
“Kami mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan segera turun tangan melakukan audit total. Jangan hanya puas dengan laporan angka kemantapan jalan di atas kertas, tetapi pastikan juga kelaikan fungsi jalannya di lapangan,” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.
Legislator bidang infrastruktur dan perhubungan itu mendorong penguatan komitmen anggaran agar penanganan infrastruktur jalan nasional tidak lagi bersifat reaktif, yakni menambal jalan rusak setelah memakan korban.
“DPR dan pemerintah harus berkolaborasi memastikan alokasi dana pemeliharaan jalan ini memadai dan berkelanjutan. Oleh karena itu, besaran dana preservasi ini wajib kita perkuat payung hukumnya melalui revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujarnya.
Selain evaluasi terhadap kelaikan jalur lintas provinsi, Rofik juga menekankan pentingnya audit sistem keselamatan armada angkutan umum dan memperketat kepatuhan uji kir perusahaan otobus.
Di samping itu, dia juga mendorong akuntabilitas hukum bagi penyelenggara jalan. Hukum, kata dia, harus ditegakkan tanpa pandang bulu demi memenuhi rasa keadilan bagi para korban.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas potensi pelanggaran pidana, baik itu kelalaian dari sisi penyelenggara jalan sesuai maupun kelalaian dari sisi operator dan pengemudi,” ucap Rofik.
Tabrakan maut antara bus ALS dan truk tangki terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara pada Rabu (6/5) siang.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Kamis (7/5) menjelaskan peristiwa tersebut melibatkan bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan mobil tangki R6 bernomor polisi BG-8196-QB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi saat bus ALS yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi berupaya menghindari lubang jalan. Namun, kendaraan kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan dan menabrak truk tangki hingga menyebabkan kebakaran hebat.
Data sementara kepolisian mencatat total 20 korban dalam kejadian tersebut, terdiri atas 16 korban meninggal dunia, tiga korban luka berat, dan satu korban luka ringan.****





