PM Anwar Ibrahim Diterpa Gelombang Pembelotan Kader PKR

PM Anwar Ibrahim Diterpa Gelombang Pembelotan Kader PKR

Fajarasia.id- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghadapi tekanan politik setelah sejumlah kader Partai Keadilan Rakyat (PKR) memilih hengkang. Mantan Menteri Ekonomi Rafizi Ramli bahkan mendirikan partai baru bernama Partai Persatuan Malaysia atau Bersama, yang diklaim telah menerima lebih dari 18.000 permohonan anggota.

Sebagian besar yang keluar merupakan anggota akar rumput dan pengurus lokal, namun situasi ini memunculkan kekhawatiran soal soliditas PKR menjelang kemungkinan pemilu lebih awal. “Saya masih percaya pada PKR, tetapi partai ini sekarang terluka, menderita, dan sangat terluka,” tulis anggota parlemen PKR Hassan Abdul Karim di media sosial.

PKR membantah adanya eksodus besar-besaran. Sekjen PKR Fuziah Salleh menyebut perpindahan anggota masih terbatas, sementara Kepala Informasi PKR Fahmi Fadzil mengatakan partai justru mendapat tambahan sekitar 5.000 anggota baru dalam dua bulan terakhir.

Meski pemerintah masih menguasai mayoritas parlemen, analis politik Bridget Welsh menilai konflik internal PKR dapat memperlemah peluang elektoral partai. “Persepsi mengenai bagaimana Anwar mengelola partainya sendiri menjadi penting,” ujarnya.

Pemilu Malaysia dijadwalkan berlangsung awal 2028, namun Anwar membuka peluang percepatan bila ketegangan internal semakin membesar. Sejumlah pimpinan lokal PKR juga telah mengundurkan diri, sebagian menyebut partai Bersama sebagai kelanjutan cita-cita reformasi PKR.****

Pos terkait