Aktivis Flotilla Ungkap Kekerasan Saat Ditahan Israel

Aktivis Flotilla Ungkap Kekerasan Saat Ditahan Israel

Fajarasia.id  – Sejumlah aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla mengungkapkan kesaksian atas perlakuan brutal militer Israel setelah kapal bantuan mereka dicegat di perairan internasional.

Julien Cabral, aktivis asal Belgia, tiba di Istanbul dengan luka memar di wajah dan cedera tulang belikat. Ia menceritakan bagaimana pasukan Israel menyerbu kapal kecil yang ditumpanginya bersama enam aktivis lain dari berbagai negara.

“Mereka mengacaukan komunikasi, lalu naik dengan senjata lengkap dan menembakkan peluru plastik,” ujarnya.

Cabral menuturkan bahwa para relawan dipindahkan secara kasar ke kapal penjara dengan tangan terikat, lalu ditelantarkan dalam kontainer sempit tanpa akses medis memadai. Ia menyebut tujuh orang mengalami 35 patah tulang akibat serangan awal.

Kesaksian serupa datang dari Bilal Kitay, aktivis asal Turki, yang menegaskan bahwa serangan kali ini jauh lebih kejam dibanding pelayaran sebelumnya. “Masing-masing dari kami dipukuli, baik pria maupun wanita. Ini adalah apa yang dialami warga Palestina sepanjang waktu,” katanya.

Meski mengalami trauma fisik dan psikologis, Cabral menegaskan tekadnya untuk kembali berlayar dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza.***

Pos terkait