Fajarasia.id- Hasil simulasi yang dilakukan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change menunjukkan bahwa semakin parahnya perubahan iklim didominasi oleh faktor aktivitas manusia yang menimbulkan peningkatan gas rumah kaca.
Dosen Farmakokimia Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Ilma Nugrahani mengatakan, pelepasan bahan kimia termasuk bahan farmasi dunia diperkirakan mencapai 2.200 milyar ton per tahun dan mungkin lebih besar lagi.
“Sebagian dari itu, 20% emisi gas rumah kaca disebabkan oleh bahan kimia,” katanya, Selasa (25/2/25).
Jejak bahan kimia itu, lanjutnya, hadir di seluruh atmosfer bumi, lautan yang terdalam, bahkan di dalam tahan, air dan rantai makanan yang paling terpencil dan tandus pun sudah terpapar bahan kimia.
Salah satu kontributor utama bencana lingkungan adalah kontaminasi pupuk pestisida. “satu dari enam kematian atau sekitar 9 juta orang per tahun karena paparan dari bahan kimia, termasuk bahan farmasi pada makanan, air atau produk konsumen yang terkontaminasi,” ungkapnya.
Paparan bahan kimia itu, jelas Ilma, seperti mikroplastik, antibiotik dan kontaminan air limbah. Semua itu terkait erat,” ucapnya.
Ilma menambahkan, hujan lebat ikut andil dalam penyebaran racun-racun kimia dan farmasi. Perubahan iklim seperti suhu temperatur yang terus meningkat juga menjadi penyebab gangguan kesehatan.
Perubahan iklim merupakan perubahan jangka panjang pada suhu dan pola cuaca akibat aktivitas manusia. Observasi yang dilakukan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change menunjukkan bahwa kenaikan suhu permukaan bumi meningkat sekitar 1,1 derajat Celsius pada kurun waktu 2011-2020. ****





