Fajarasia.id — Pemerintah tengah mematangkan peta jalan (roadmap) substitusi impor untuk memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di dalam negeri. Langkah strategis ini ditempuh guna memastikan pesatnya pertumbuhan pasar EV nasional mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi manufaktur domestik.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan, kemandirian industri otomotif nasional tak hanya bergantung pada perakitan kendaraan utuh, melainkan juga pada penguasaan produksi komponen secara mandiri. Saat ini, pemerintah sedang mendata secara menyeluruh kebutuhan komponen kendaraan listrik, baik roda dua, roda empat, maupun moda transportasi lainnya.
“Kami menyiapkan roadmap substitusi impor. Ini penting dan menjadi bagian dari kerja nasional kita untuk melakukan substitusi impor, mulai dari kendaraan utuh hingga komponennya,” ujar Faisol dalam acara Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat.
Melalui pemetaan tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi bagian mana yang sudah sanggup dipasok oleh pabrikan lokal serta area mana yang masih memerlukan masuknya investasi baru. Upaya ini ditargetkan mampu menciptakan ekosistem industri pemasok yang terintegrasi langsung dengan para produsen utama (original equipment manufacturer/OEM).
Adapun sejumlah komponen yang menjadi prioritas pendataan dan pengembangan meliputi:
-
Komponen Struktur dan Interior: Rangka dan bodi kendaraan, sistem perkabelan (wiring harness), tempat duduk, kaca, hingga ban.
-
Komponen Sistem Baterai: Pak baterai (battery pack), rumah baterai (battery housing), dan infrastruktur stasiun pengisian daya.
-
Komponen Utama Penggerak: Motor listrik (electric motor) serta modul daya inti.
Faisol menjelaskan bahwa potensi industri lokal tidak terbatas pada baterai semata, tetapi juga mencakup komponen konvensional yang tetap dipakai pada arsitektur kendaraan listrik. Meski demikian, tantangan terbesar berada pada lokalisasi komponen sistem penggerak inti yang membutuhkan investasi besar, penguasaan teknologi tingkat tinggi, serta keandalan rekayasa engineering.
Pemerintah menekankan bahwa substitusi impor ini tidak sekadar mengalihkan titik pasokan, melainkan harus melahirkan industri dalam negeri yang berdaya saing tinggi dari segi harga, kualitas, dan kapasitas produksi.
“Rencana roadmap itu akan menjadi panduan kita dalam memperkuat industri elektrik di dalam negeri, yang pada akhirnya turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Faisol.****




