Fajarasia.id – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat, penguatan karakter, pemberdayaan masyarakat, hingga mendukung pembangunan sosial di Jakarta.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPW LDII DKI Jakarta Imam Bashori dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LDII DKI Jakarta 2026 yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Imam mengatakan, LDII ingin mengambil peran lebih luas dalam membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan warga, tanpa meninggalkan identitas organisasi dan nilai-nilai Pancasila.
“Kami ingin ini selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kinerja pemerintah tanpa meninggalkan jati diri organisasi serta nilai luhur Pancasila,” ujar Imam.
Menurut dia, Rakerwil bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah baru agar keberadaan LDII semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan bagi lingkungan sekitar.
LDII, lanjut Imam, berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan religius, memperkuat kehidupan beragama, serta mendorong terciptanya masyarakat yang rukun, harmonis, produktif, dan memiliki daya saing.
Imam juga menilai pembangunan Jakarta membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat.
Sebagai pusat ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan, Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan ekonomi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang menjunjung toleransi, persatuan, dan nilai kebersamaan.
Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menyambut baik kontribusi LDII dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Menurut Ali, hubungan dan sinergi antara LDII dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini telah berjalan baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.
Dia menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta bersama LDII berencana menjalin nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dalam sejumlah bidang, terutama kepedulian lingkungan, pendidikan, dan pembangunan Jakarta.
“Rakerwil bisa menghasilkan program realistis dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi peluang ke depan, arah, dan kebijakan program yang harus bersinergi antara stakeholder. Tujuannya, Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan menghasilkan artinya warganya tidak ada yang tertinggal,” kata Ali.
Ali juga menyoroti kepedulian LDII terhadap lingkungan, salah satunya melalui penerapan konsep zero waste atau pengurangan sampah di lingkungan pondok pesantren.
Menurutnya, praktik pengelolaan sampah tersebut dapat menjadi contoh yang dikembangkan lebih luas di tengah masyarakat, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan perkotaan.
Selain lingkungan, Ali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesenjangan sosial dan keberagaman masyarakat Jakarta. Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan sosial sekaligus memperkecil kesenjangan.
Dia menilai keberagaman budaya yang dimiliki Jakarta seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kota global yang tetap mempertahankan kearifan lokal.
“Keberagaman budaya yang kita punya ini seharusnya menjadi modal memajukan Jakarta menjadi kota global. Bukan arus globalisasi yang masuk, tapi kearifan lokal yang mendunia. Inilah tugas bersama mempererat kebersamaan dan bangun komunikasi,” ujarnya.
Salah satu bentuk kolaborasi yang akan dikembangkan Pemprov DKI Jakarta bersama LDII adalah program keagamaan bertema “Membumikan Al-Qur’an” di lingkungan keluarga.
Program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pendidikan moral dan nilai keagamaan mulai dari lingkup terkecil masyarakat, yakni keluarga.
Melalui Rakerwil 2026, LDII diharapkan mampu merumuskan program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta.
Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi publik dalam pembangunan, mulai dari pembinaan umat, pendidikan, kepedulian lingkungan, hingga penguatan kerukunan sosial.****





