Fajarasia.id – Di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok dan sulitnya memenuhi kebutuhan hidup, tidak sedikit saudara dan tetangga kita yang sedang berjuang menghadapi kesulitan ekonomi.
Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk saling membantu, meringankan beban sesama, dan tidak menutup mata terhadap kesusahan orang-orang di sekitar kita.
لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي تَفَرَّدَ بِالْعِزِّ وَالْجَلَالِ، وَتَوَحَّدَ بِالْكِبْرِيَاءِ وَالْكَمَالِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلَا نَفَادَ لِحِكْمَتِهِ، وَلَا زَوَالَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ بِأَشْرَفِ الْأَخْلَاقِ وَالْخِصَالِ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الله! إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وِلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مَسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ { وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا}
Dalam kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi khatib sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan terus berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Baca Juga Khutbah Jumat: Syukur dalam Nikmat, Sabar dalam Musibah
Maasyiral muslimin Rahimakumullah
Akhir-akhir ini, kondisi ekonomi terasa semakin sulit. Penghasilan yang terbatas, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat, membuat banyak orang harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi ini tak jarang menimbulkan kecemasan, bahkan membuat sebagian orang merasa putus asa.
Di tengah situasi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk saling menguatkan dan membantu satu sama lain. Kepedulian itu bisa dimulai dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, kerabat, dan tetangga. Al-Qur’an pun mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, membantu mereka yang membutuhkan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar kita.
Sebab, di tengah kesulitan hidup, uluran tangan dan kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi orang lain. Dalam Surat An-Nisa, Allah Swt. berfirman:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا ۙ ٣٦
Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.”
Ayat di atas berisi pelajaran penting terkait bagaimana cara kita menjalin hubungan baik dengan Sang Khalik serta hubungan baik dengan sesama makhluk. Perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik terhadap sesama dalam ayat di atas diungkapkan setelah perintah beribadah dan mengesakan Allah.
Ini menunjukkan bahwa penghambaan kita kepada Allah tidak hanya ditunjukkan dengan ibadah spiritual belaka, melainkan harus diwujudkan dalam muamalah dan kebaikan yang kita tebarkan kepada sesama.
Dalam ayat di atas, salah satu golongan yang harus kita hormati dan penuhi hak-haknya adalah tetangga, baik tetangga dekat maupun tetangga jauh. Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa memuliakan, menjaga serta berbuat baik kepada tetangga merupakan perintah Allah bagi setiap umat muslim. Dalam kitab Tafsirnya juz 5, hal. 183, ia menjelaskan:
أَمَّا الْجَارُ فَقَدْ أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى بِحِفْظِهِ وَالْقِيَامِ بِحَقِّهِ وَالْوَصَاةِ بِرَعْيِ ذِمَّتِهِ فِي كِتَابِهِ وَعَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ
Artinya: “Adapun tetangga, maka sungguh Allah swt. telah memerintahkan dalam Al-Quran maupun sunah nabinya untuk menjaga mereka, memenuhi hak-haknya, serta berwasiat untuk selalu memperhatikan keamanan dan perlindungan terhadap mereka”
Maasyiral muslimin Rahimakumullah
Dalam sebuah riwayat yang masyhur, Nabi Muhammad Saw bahkan menjadikan sikap kepada dan perilaku kepada tetangga menjadi salah satu indikator kesempurnaan keimanan seseorang. Ketika seorang muslim bermuamalah baik dengan tetangga, tidak melakukan tindakan yang menyakiti mereka, serta gemar membantu tetangganya ketika sedang dilanda kesulitan, maka itu menjadi salah satu pertanda kesempurnaan imannya.
Namun sebaliknya, apabila ia tidak pernah akur dengan tetangga, sering menyakiti mereka dan abai terhadap kesulitan dan permasalahan yang dihadapi oleh tetangganya, maka hal tersebut menjadi bukti tidak sempurnanya iman seseorang.
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (hari kiamat), maka janganlah ia menyakiti tetangganya” H.R. Bukhari.
Hadits ini menjadi acuan bagaimana seorang muslim harus memosisikan tetangganya. Syariat memerintahkan kita untuk memuliakan dan berbuat baik kepada tetangga, alih-alih menyakiti mereka.
Dalam Syarah Mirqatul Mafatih, Syekh Mulla al-Qari menjelaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga terwujud di antaranya dengan membantu setiap kebutuhannya sesuai kemampuan kita, berusaha melindunginya dari keburukan dan lain sebagainya. Maasyiral muslimin Rahimakumullah
Lantas apa saja hak tetangga yang harus dipenuhi oleh setiap muslim? Dalam sebuah riwayat dari ath-Thabrani, Rasulullah Saw. menjelaskan seperti apa hak seorang tetangga. Beliau bersabda:
أَتَدْرُونَ مَا حَقُّ الْجَارِ؟ إِنِ اسْتَعَانَكَ أَعَنْتُهُ، وَإِنِ اسْتَقْرَضَكَ أَقْرَضْتَهُ، وَإِنِ افْتَقَرَ عُدْتَ عَلَيْهِ، وَإِنْ مَرِضَ عُدْتَهُ، وَإِنْ مَاتَ شَهِدْتَ جَنَازَتَهُ، وَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ هَنَّأْتَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ عَزَّيْتَهُ، وَلَا تَسْتَطِيلَ عَلَيْهِ بِالْبِنَاءِ، فَتَحْجُبَ عَنْهُ الرِّيحَ إِلَّا بِإِذْنِهِ، وَإِذَا شَرَيْتَ فَاكِهَةً فَاهْدِ لَهُ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَأَدْخِلْهَا سِرًّا، وَلَا يَخْرُجْ بِهَا وَلَدُكَ لِيَغِيظَ بِهَا وَلَدَهُ، وَلَا تُؤْذِهِ بِقِيثَارِ قَدْرَكَ إِلَّا أَنْ تَغْرِفَ لَهُ مِنْهَا
Artinya: “Tahukan kalian apa saja hak tetangga? Jika mereka minta tolong kamu bantu mereka. Jika meminjam uang, berilah mereka pinjaman. Jika mereka jatuh miskin, bantulah mereka. Jika sakit, jenguklah mereka. Jika meninggal, hadirilah jenazahnya. Jika ia memperoleh kesenangan, ucapkan selamat kepadanya. Jika ia mendapat musibah, hiburlah mereka.
Janganlah kalian membuat bangunan tinggi yang dapat menghalangi angin kecuali mereka memberikan izin. Jika kalian membeli buah-buahan, hadiahkan sebagian kepada mereka. Jika kalian tidak melakukannya, masukanlah ke dalam rumahnya diam-diam. Jangan sampai anak kalian keluar membawa buah-buahan tersebut sehingga membuat anak tetanggamu merasa iri.
Janganlah menyakiti mereka dengan aroma masakan kalian, kecuali kalian memberikan sebagiannya kepada mereka.” H.R. Ath-Thabrani
Hadits di atas memaparkan secara detail bagaimana seharusnya kita memperlakukan tetangga. Berbuat baik kepada tetangga adalah perintah agama, karenanya setiap muslim harus berusaha menebar kebaikan dan kebahagiaan kepada tetangga sekitar. Jika tidak mampu memberikan kebaikan dan pertolongan, minimal tidak menyakiti atau menambah beban yang mereka alami.
Maasyiral muslimin Rahimakumullah
Dalam kondisi sosial ekonomi masyarakat yang penuh dengan ketidakpastian dan kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin, uluran tangan kita sangat dibutuhkan. Jangan sampai kita abai terhadap kondisi tetangga sekitar dan bersikap acuh-tak acuh terhadap kesulitan yang mereka alami.
Sebab, tetangga memiliki hak dari kita sebagai tetangganya, sebagaimana hadits di atas. Jangan sampai, kita di akhirat kelak dimintai pertanggung jawaban lantaran mengabaikan kondisi tetangga yang sedang dilanda kesulitan, padahal kita mampu memberikan bantuan.
Demikianlah khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Semoga kita semua diberikan hidayah dan kekuatan oleh Allah swt. untuk menjadi pribadi yang bukan hanya saleh secara ritual juga saleh secara sosial. Aamiin… aamiin ya rabbal ‘alamin…
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ؛ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ سَيِّدُ الإِنْسِ وَالبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ . وَاعْلَمُوا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَ تعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وعلى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللهم عَنِ الخُلَفَاء الرَّاشِدِيْنَ سَادَاتِنَا اَبِي بَكْرٍ وعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَحَابَةِ والتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعَوَاتِ. اَللّهُمَّ أَعِزَّ الْاِسْلَامَ وَالْمُسْلِمَيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدَّيْنَ وَاخْذّلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.





