Kemenpar Bidik Wisatawan China, Labuan Bajo Jadi Andalan

Kemenpar Bidik Wisatawan China, Labuan Bajo Jadi Andalan

Fajarasia.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar China. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng agen perjalanan dan operator tur asal Negeri Tirai Bambu untuk mengembangkan paket wisata unggulan, khususnya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia. Sepanjang 2025, wisatawan asal China tercatat mencapai 1,34 juta kunjungan, menempatkan negara tersebut sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura.

Kemenpar bahkan memasang target lebih tinggi pada 2026, yakni 1,559 juta hingga 1,726 juta kunjungan wisatawan China.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenpar, kunjungan wisatawan China selama delapan bulan pertama 2026 mencapai 1,054 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 905.002 kunjungan.

Pertumbuhan pasar China juga terlihat dari meningkatnya aktivitas perjalanan internasional warga negara tersebut. Administrasi Imigrasi Nasional China mencatat perjalanan keluar warga daratan China pada kuartal III-2026 mencapai 48,51 juta perjalanan, atau tumbuh 7,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk menangkap peluang itu, Kemenpar menggelar kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) pada 19-25 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan tujuh agen perjalanan dan operator tur dari Beijing, Guangzhou, Hangzhou, Nanjing, Shenzhen, dan Shanghai.

China Southern Airlines yang melayani penerbangan langsung Guangzhou-Denpasar turut menjadi mitra maskapai resmi dalam kegiatan tersebut.

Selama berada di Labuan Bajo, para peserta diajak menikmati sejumlah destinasi unggulan melalui perjalanan menggunakan kapal pinisi. Destinasi yang dikunjungi meliputi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Komodo.

Selain memperkenalkan keindahan alam, Kemenpar juga memfasilitasi pertemuan bisnis atau business matching antara tujuh agen perjalanan China dengan 14 pelaku industri pariwisata Indonesia.

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai sektor, mulai dari maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, hingga agen perjalanan. Kegiatan ini mendapat dukungan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, mengatakan Famtrip merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar China.

Menurut dia, pengalaman langsung para agen perjalanan mengunjungi destinasi wisata Indonesia diharapkan menjadi modal untuk menyusun paket perjalanan yang sesuai dengan karakteristik dan preferensi wisatawan China.

Kemenpar optimistis pendekatan tersebut dapat meningkatkan minat perjalanan wisatawan China, sekaligus memperluas peluang kerja sama antara pelaku industri pariwisata kedua negara.

Meski demikian, pengembangan paket wisata Labuan Bajo juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, terutama karena kawasan Taman Nasional Komodo menerapkan pembatasan jumlah kunjungan.

Sejak 1 April 2026, kuota kunjungan ke Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo, termasuk 23 titik penyelaman di sekitarnya, ditetapkan maksimal 1.000 orang per hari atau 365.000 orang per tahun.

Kuota tahunan tersebut telah terserap sejak Agustus 2026. Untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan, Balai Taman Nasional Komodo kemudian membuka kuota minimal 500 orang per hari selama September-Desember 2026 dengan memanfaatkan kuota yang tidak terpakai pada bulan-bulan sebelumnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Labuan Bajo, peserta Famtrip melanjutkan perjalanan ke Bali. Pulau Dewata dipilih karena menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan China ke Indonesia dan memiliki konektivitas penerbangan langsung dengan sejumlah kota di negara tersebut.

Melalui kegiatan ini, Kemenpar berharap Labuan Bajo dan Bali semakin dikenal sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan China. Namun, peningkatan kunjungan diharapkan berjalan seiring dengan penguatan kualitas pelayanan, kerja sama industri, serta perlindungan terhadap kelestarian destinasi wisata.****

Pos terkait