Fajarasia.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa membangun bangsa yang tangguh dan mandiri berawal dari kemampuan negara memberi makan, mendidik, serta menyejahterakan rakyat. Hal itu disampaikan dalam sesi terbatas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9).
Prabowo menyebut pengalaman Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 menjadi pelajaran penting bahwa persatuan negara-negara berkembang mampu memperkuat suara di panggung global. “Dengan bersatu, kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan diperjuangkan. Pelajaran ini tetap sangat penting. Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Menurut Prabowo, kekuatan bangsa berawal dari rakyat yang terpenuhi kebutuhan dasarnya. “Kekuatan selalu berawal dari rumah, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, menyediakan energi, mendidik anak-anak, dan memberi kesempatan untuk sejahtera. Itulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” kata Prabowo.
Ia menegaskan Indonesia tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan besar. Fondasi yang kuat, lanjutnya, akan membuat bangsa lebih mandiri sekaligus mampu menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan.
Prabowo juga menyoroti kerja sama energi sebagai sektor strategis bagi BRICS. “Energi adalah contoh nyata. Kami sedang menghubungkan sistem energi dan memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan untuk menggerakkan ekonomi serta membangun ketangguhan jangka panjang,” imbuhnya.****





