Fajarasia.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi proyeksi Gapki soal potensi penurunan produksi minyak sawit hingga 3 juta ton pada 2027 akibat dampak El Nino. Amran mengakui ada kemungkinan pengaruh, namun berharap penurunan tidak signifikan.
“Kalau sawit mudah-mudahan tidak dampaknya. Mungkin ada pengaruhnya tapi mudah-mudahan tidak besar,” ujarnya di Karawang, Selasa (1/9).
Ia menegaskan pemerintah menyiapkan langkah menjaga produktivitas sawit, mulai dari ketersediaan pupuk tepat waktu, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, hingga mengatasi dampak kekeringan. Untuk lahan terdampak, pengairan akan dilakukan bila memungkinkan.
Amran mencontohkan produksi CPO Indonesia sebelumnya justru meningkat, dari 26 juta ton ekspor menjadi 32 juta ton. Ia juga menyebut dampak kekeringan relatif kecil dibanding luas tanam nasional. Dari 11 juta hektare lahan, sekitar 30 ribu hektare mengalami kekeringan dan sudah ditangani.
Selain itu, pemerintah akan memanfaatkan lahan tidak produktif yang memiliki potensi sumber air dengan pemasangan pompa. “Di luar 30 ribu kita target Jawa kalau bisa 100 ribu hektare. Yang tidak tanam tapi ada potensi air, kita tanami,” katanya.
Sebelumnya, Gapki memperkirakan produksi sawit Indonesia tahun ini mencapai 56,6 juta ton. Penurunan 3 juta ton setara 5 persen dari total produksi dan diperkirakan lebih berdampak pada ekspor, sementara kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas. Kondisi ini juga berpotensi memperketat pasokan sawit global di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel B50.****





