Bappenas Rilis Indeks Modal Manusia, Ukur Produktivitas Masa Depan

Bappenas Rilis Indeks Modal Manusia, Ukur Produktivitas Masa Depan

Fajarasia.id – Kementerian PPN/Bappenas resmi meluncurkan Indeks Modal Manusia (IMM) sebagai pembaruan dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IMM merupakan adaptasi dari Human Capital Index milik Bank Dunia yang disesuaikan dengan konteks Indonesia, disertai penerbitan Buku Pedoman Penghitungan IMM.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan IMM menilai manusia Indonesia sebagai subjek pembangunan, dengan bobot penilaian menitikberatkan pada kesehatan sejak dalam kandungan. “Modal manusia dicerminkan dari kesehatannya, dan kesehatan itu ada sejak dalam kandungan,” ujarnya, Selasa (1/9).

IMM digunakan sebagai indikator dalam RPJPN 2025-2045 untuk mengukur daya saing SDM. Pada 2025, capaian IMM Indonesia tercatat 0,562, meningkat dari 0,540 pada 2020, namun masih perlu kerja keras untuk mencapai target 0,590 di akhir RPJMN 2025-2029.

Di tingkat daerah, capaian IMM bervariasi: tertinggi di DIY Yogyakarta sebesar 0,705 dan terendah di Papua Pegunungan sebesar 0,366.

Pemerintah menekankan peningkatan kualitas modal manusia membutuhkan sinergi intervensi, mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi, pencegahan stunting, imunisasi, pendidikan dasar hingga tinggi, serta penguatan keterampilan usia kerja. “Saya berharap IMM dimanfaatkan secara luas agar setiap investasi pembangunan berdampak nyata pada kualitas SDM,” tegas Rachmat.****

Pos terkait