Fajarasia.id – kapoksi NasDem Komisi II DPR RI, Ujang Bey, menanggapi wacana pemilihan kepala daerah tanpa wakil yang sebelumnya diusulkan Fraksi PKB. Menurutnya, kepala daerah dan wakil kepala daerah merupakan satu paket yang dipilih bersama untuk memastikan kolaborasi pemerintahan berjalan efektif.
“Selama ini produk kepala daerah adalah buah perkawinan politik partai tingkat daerah yang diamini DPP masing-masing. Proses itu mempertimbangkan modal sosial, politik, dan ekonomi calon,” ujar Ujang, Kamis (6/8/2026).
Ia menilai keberadaan wakil kepala daerah tetap penting, meski diakui banyak keluhan terkait kewenangan yang terbatas. Ujang mencontohkan, keputusan strategis seperti penentuan jajaran birokrasi masih sepenuhnya berada di tangan kepala daerah.
Lebih jauh, Ujang menyinggung maraknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap kepala daerah, terutama terkait praktik jual beli jabatan. “Ini sumber masalah. Beberapa OTT yang marak hampir didominasi jual beli jabatan dan itu menimpa kepala daerah,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui ada pasangan kepala daerah dan wakil yang mampu menjaga keharmonisan hingga periode kedua. Hal itu menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan daerah.
Sebelumnya, anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin, mengusulkan agar pilkada hanya memilih kepala daerah tanpa wakil. Menurutnya, wakil cukup ditunjuk oleh kepala daerah terpilih untuk menghindari peran sebagai pendulang suara semata.****





