Rehabilitasi Sungai dan Irigasi Sumatera Dipercepat Pascabencana

Rehabilitasi Sungai dan Irigasi Sumatera Dipercepat Pascabencana

Fajarasia.id – Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menempatkan rehabilitasi sungai dan jaringan irigasi sebagai prioritas utama. Upaya ini dilakukan untuk melindungi permukiman, menjaga lahan produktif, serta mengurangi risiko banjir berulang.

Hingga Kamis (20/8), progres penanganan irigasi dan sungai pada kewenangan pemerintah pusat mencapai 34 persen, sementara kewenangan daerah mencatat 28 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pemulihan tidak hanya berorientasi pada percepatan, tetapi juga kualitas dan ketahanan jangka panjang. “Fokus kami memastikan hasil pemulihan lebih tangguh, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (23/8).

Pada sektor pusat, rehabilitasi telah diselesaikan pada 4 dari 14 bendung terdampak, 13 dari 31 daerah irigasi, 38 dari 94 sungai, serta 6 dari 24 muara. Sementara itu, pemerintah daerah menyelesaikan 3 dari 52 bendung, 2 daerah irigasi, 17 sungai, dan 9 dari 14 muara terdampak.

Percepatan ini penting karena sungai dan irigasi berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, produktivitas pertanian, dan keberlanjutan ekonomi lokal. Pemulihan diarahkan untuk memastikan aliran air kembali berfungsi, lahan pertanian dapat dialiri, serta permukiman lebih terlindungi dari risiko banjir.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mendukung percepatan melalui monitoring, evaluasi, dan koordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah. Pengawalan dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan dan memastikan pekerjaan prioritas segera ditindaklanjuti.****

Pos terkait