Fajarasia.id – Seekor orang utan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan lemas di perkebunan sawit warga Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8) pagi. Diduga, kondisi tersebut akibat paparan asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tim gabungan BKSDA Kalbar Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama YIARI segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga. “Kami menemukan orang utan dalam kondisi lemas, diduga terdampak asap karhutla,” ujar Staf SKW I BKSDA Kalbar, Sarbandi, Senin (31/8).
Dokter hewan YIARI memberikan bantuan oksigen dan infus karena Sampurna mengalami gangguan pernapasan. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka terbuka maupun luka bakar. “Paparan asap karhutla dapat berdampak serius terhadap sistem pernapasan orang utan. Kondisi Sampurna mengarah pada dugaan gangguan akibat asap,” jelas dokter hewan YIARI, Komara.
Setelah mendapat penanganan awal, Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk kemungkinan kerusakan paru-paru dan organ dalam akibat paparan asap.
Kasus ini menyoroti dampak serius karhutla terhadap satwa liar yang terpaksa keluar dari habitatnya. Pemerhati lingkungan menekankan pentingnya langkah pencegahan kebakaran hutan demi melindungi ekosistem dan satwa endemik Kalimantan.***





