Fajarasia.id – Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Kehutanan untuk segera mengendalikan populasi monyet ekor panjang menyusul sejumlah kasus perusakan lahan pertanian hingga serangan terhadap warga.
Anggota Komisi IV DPR, Johan Rosihan, menilai persoalan ini perlu menjadi perhatian serius karena karakteristik monyet ekor panjang yang kerap memperoleh sumber makanan dari lingkungan manusia. “Kajian para ahli menunjukkan monyet ekor panjang merupakan satwa sinantropik yang justru memperoleh sumber makanan berkalori tinggi dari manusia,” ujarnya, Kamis (13/8).
Johan mencatat kasus ekspansi monyet ekor panjang di Pacitan yang merusak tanaman singkong, kelapa, pisang, jagung, kacang tanah, hingga nangka. Pada awal 2026, BBKSDA Jawa Timur juga menangani kasus serangan terhadap balita di Jember, serta kasus gigitan di Gresik yang berujung evakuasi satwa dari permukiman.
Menurut Johan, ketika warga sudah menjadi korban, persoalan ini menyangkut keselamatan masyarakat sekaligus kerugian ekonomi. “Petani mengalami kerugian karena tanamannya terus dirusak, maka ini sudah menyangkut perlindungan warga dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menekankan perlunya instrumen pengendalian populasi yang jelas, berbasis kajian ilmiah, terukur, dan tetap memenuhi prinsip kesejahteraan satwa.
“Saya tidak ingin kita terburu-buru menetapkan seluruh monyet ekor panjang sebagai satwa pengganggu secara nasional,” tegasnya.***





