Evaluasi Beras Fortifikasi, Jaga Integritas Pangan Nasional

Evaluasi Beras Fortifikasi, Jaga Integritas Pangan Nasional

Fajarasia.id – Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Lilik Sutiarso, menilai langkah pemerintah melakukan evaluasi terhadap peredaran beras fortifikasi merupakan bagian penting dalam menjaga integritas sistem pangan nasional.

“Evaluasi implementasi beras fortifikasi perlu dilihat sebagai upaya penguatan sistem pangan nasional,” ujar Lilik dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (1/8). Ia menekankan pentingnya kajian komprehensif terhadap mutu, proses fortifikasi, pelabelan, dan mekanisme distribusi agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan fortifikasi tidak hanya bergantung pada proses produksi, tetapi juga konsistensi penerapan standar mutu, pengawasan rantai pasok, serta sistem ketertelusuran (traceability) hingga ke konsumen. “Produk yang diterima masyarakat harus memenuhi standar keamanan pangan, kandungan gizi, dan ketentuan resmi,” tegasnya.

Lilik menambahkan, aspek harga beras fortifikasi juga perlu dikaji agar mencerminkan kualitas bahan, biaya proses, logistik, serta nilai tambah gizi. Efisiensi rantai pasok menjadi kunci agar produk tetap terjangkau tanpa mengorbankan mutu.

Dari perspektif teknologi pertanian, ia menekankan perlunya memperkuat sistem jaminan mutu (quality assurance), pengendalian mutu (quality control), dan ketertelusuran produk. “Ketiga aspek tersebut fondasi penting membangun kepercayaan masyarakat terhadap pangan yang diproduksi dan diedarkan,” jelasnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, mulai dari identifikasi produk, pelabelan informatif, hingga pengawasan mutu berbasis sistem informasi. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing industri pangan Indonesia.

“Tujuan utama fortifikasi adalah meningkatkan status gizi masyarakat. Evaluasi pemerintah harus dipandang sebagai momentum memperkuat tata kelola sistem pangan nasional,” pungkasnya.***

Pos terkait