DPR Dorong Desa Sade Segera Pulih

DPR Dorong Desa Sade Segera Pulih

Fajarasia.id  — Anggota Komisi VIII DPR RI Nessy Kalviya meminta pemerintah mempercepat pemulihan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran.

Nessy menilai penanganan pascakebakaran tidak cukup hanya dengan membangun kembali bangunan yang rusak. Pemulihan juga harus menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghasilan.

“Pemulihan Desa Adat Sade pascakebakaran harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Bagi masyarakat setempat, dampak kebakaran bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga ruang usaha dan sumber penghidupan keluarga,” ujar Nessy dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Nessy meninjau langsung kondisi Desa Adat Sade pada Jumat (28/8). Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam tersebut menghanguskan 167 bangunan di kawasan adat.

Bangunan yang terbakar terdiri atas rumah adat, artshop, lumbung, hingga sejumlah fasilitas lainnya. Peristiwa tersebut juga berdampak terhadap sekitar 120 kepala keluarga atau sekitar 320 warga.

Nessy mengapresiasi pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi NTB, TNI dan Polri, masyarakat, serta berbagai pihak yang bergerak memberikan bantuan sejak kebakaran terjadi.

Menurut dia, banyaknya bantuan yang mengalir menunjukkan kuatnya kepedulian masyarakat terhadap warga Sade.

“Yang kita lihat hari ini, kepedulian masyarakat luar biasa. Bantuan datang dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sade tidak sendiri,” katanya.

Namun, bantuan darurat tersebut perlu segera dilanjutkan dengan program pemulihan yang jelas dan terukur. Warga, kata Nessy, tidak boleh terlalu lama berada dalam kondisi penuh ketidakpastian.

“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah, tetapi kehidupan masyarakatnya. Kalau rumahnya kembali tetapi penghidupannya tidak kembali, pemulihan belum selesai,” ujar dia.

Karena itu, pemerintah diminta memperhatikan pemulihan ekonomi warga, terutama mereka yang selama ini menggantungkan pendapatan dari aktivitas usaha dan pariwisata di kawasan Sade.

Nessy juga meminta pembangunan kembali kawasan tersebut tetap mempertahankan karakter Desa Adat Sade.

Menurut dia, tata ruang, arsitektur tradisional, serta nilai-nilai budaya masyarakat Sasak harus menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi.

Desa Sade, kata Nessy, tidak semata-mata merupakan destinasi wisata, tetapi juga tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, proses pembangunan kembali harus tetap menghormati identitas dan tradisi masyarakat setempat.

Selain pemulihan, Nessy mendorong pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia menilai anggaran untuk mitigasi perlu mendapat perhatian lebih besar sehingga langkah pencegahan tidak selalu baru dilakukan setelah bencana terjadi.

“Mitigasi jangan baru diperkuat setelah bencana terjadi. Anggaran untuk mitigasi dan kesiapsiagaan harus mendapat perhatian lebih besar. Kita harus membangun masyarakat yang lebih siap dan aman,” kata Nessy.***

Pos terkait