Prabowo Siap Resmikan Listrik Desa, 1.400 Wilayah Segera Teraliri Energi

Prabowo Siap Resmikan Listrik Desa, 1.400 Wilayah Segera Teraliri Energi

Fajarasia.id  – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program Listrik Desa dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses energi hingga ke pelosok Indonesia. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah yang selama ini belum menikmati aliran listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana peresmian itu dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Menurutnya, seluruh pembangunan infrastruktur listrik desa yang menjadi target tahun 2025 telah rampung dan siap dioperasikan.

“Program listrik desa tahun 2025 sudah selesai. Dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Bapak Presiden, direncanakan sebelum 14 Agustus,” kata Bahlil sebagaimana dikutip Redaksi pada Rabu (29/7)

Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 11.000 desa di Indonesia yang belum memperoleh akses listrik secara memadai. Pada tahap awal, pemerintah berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan kelistrikan di lebih dari 1.400 desa yang menjadi sasaran program tahun 2025.

Peresmian tersebut menjadi awal dari rangkaian program elektrifikasi nasional yang ditujukan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Kehadiran listrik diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat layanan kesehatan di daerah.

Bahlil memastikan pemerintah telah menyiapkan pendanaan untuk melanjutkan program elektrifikasi pada 2026 hingga 2027. Dengan dukungan anggaran yang telah dialokasikan, pemerintah optimistis target penyediaan listrik bagi ribuan desa yang masih belum terjangkau dapat direalisasikan secara bertahap.

“Untuk program tahun 2026 dan 2027 anggarannya sudah tersedia sehingga pelaksanaannya dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.

Selain membahas program listrik desa, rapat terbatas juga menyoroti percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Pemerintah telah menyetujui pelaksanaan tahap pertama proyek tersebut dan dalam waktu dekat akan memulai proses peletakan batu pertama.

Menurut Bahlil, proyek PLTS menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan peresmian listrik desa dan dimulainya proyek PLTS skala besar, pemerintah berharap pemerataan akses energi dapat berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur nasional, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat hingga ke wilayah terluar Indonesia.***

Pos terkait