Fajarasia.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, mendorong agar layanan keimigrasian semakin mudah dijangkau masyarakat. Salah satu upaya yang didukung adalah penyelenggaraan program Paspor Simpatik serta percepatan pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Saat membuka layanan Paspor Simpatik di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banyumas, Jumat (31/7/2026), Yanuar mengatakan kehadiran layanan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus mengurus paspor ke kantor imigrasi di Cilacap, Wonosobo, maupun daerah lain.
“Kuota layanan dibuka hingga 4 Agustus 2026. Harapannya masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan yang lebih dekat sehingga tidak perlu lagi mengurus paspor ke luar daerah. Ini merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Program Paspor Simpatik berlangsung pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2026 dengan kuota sebanyak 500 pemohon. Layanan tersebut melayani pembuatan paspor baru serta penggantian paspor yang masa berlakunya telah habis atau halaman paspor sudah penuh.
Namun, layanan sementara itu belum mencakup penggantian paspor yang hilang, rusak, maupun perubahan data pemegang paspor.
Yanuar menilai kemudahan akses layanan keimigrasian akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kebutuhan bekerja di luar negeri, melanjutkan pendidikan, berwisata, hingga menjalankan aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar menggunakan paspor sesuai ketentuan hukum dan tidak menyalahgunakannya untuk tindak pidana, termasuk perdagangan orang maupun penyelundupan.
Selain menghadirkan layanan sementara, Yanuar mengungkapkan usulan pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas telah diajukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi. Pemerintah Kabupaten Banyumas juga disebut telah menyiapkan lokasi pembangunan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan proyek tersebut.
“Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Kantor Imigrasi Banyumas ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengurus paspor ke luar daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus, mengatakan rencana pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas sebenarnya telah lama diwacanakan. Namun, realisasinya sempat tertunda karena kendala kesiapan lahan.
Kini, dengan adanya dukungan dari DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Banyumas, pembangunan kantor tersebut dinilai semakin memungkinkan untuk diwujudkan.
Menurut Haryono, keberadaan Kantor Imigrasi Banyumas sangat dibutuhkan mengingat tingginya permintaan layanan paspor di Banyumas dan wilayah sekitarnya. Selain itu, Purwokerto telah berkembang menjadi pusat pendidikan, ekonomi, dan pelayanan di kawasan Jawa Tengah bagian selatan sehingga dinilai layak memiliki kantor imigrasi sendiri.
Kehadiran layanan Paspor Simpatik juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang pemohon paspor asal Bumiayu, Wahyu, mengaku sangat terbantu karena tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen perjalanan.
Ia berharap rencana pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas segera terealisasi sehingga akses pelayanan keimigrasian menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien bagi masyarakat di wilayah Banyumas dan sekitarnya.***





