Tambang Sangihe Simpan 220.000 Ons Emas, Tapi Dikepung PETI

Tambang Sangihe Simpan 220.000 Ons Emas, Tapi Dikepung PETI

Fajarasia.id  – PT Tambang Mas Sangihe (TMS) menyebut wilayah tambangnya di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, memiliki sumber daya terukur sekitar 220.000 ons emas dan 1 juta ons perak. Namun, perusahaan hingga kini belum dapat memulai produksi.

Presiden Direktur PT TMS Terry Filbert mengatakan perusahaan telah menggelontorkan investasi sekitar Rp 200 miliar untuk proyek tersebut. TMS merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) sejak 1997.

Menurut Terry, kegiatan eksplorasi dan pemenuhan dokumen persyaratan telah diselesaikan. Namun, perusahaan masih menunggu terbitnya izin operasi produksi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Oh deposit, deposit sekarang di mana deposit adalah sumber daya adalah 220.000 ons emas dan sekitar satu juta ons perak,” kata Terry saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba), Jakarta pada jumat (2/10/2026).

Terry mengatakan TMS siap meningkatkan produksi secara bertahap apabila izin operasi produksi telah diterbitkan. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 120.000 ons emas per tahun setelah memasuki tahap optimal.

“Kami tidak memiliki produksi (saat ini), itulah yang ingin kami lakukan. Setelah kami memulai volume produksi pada tahun ketiga kami harus melakukan sekitar 10.000 ons sebulan… lalu mungkin 120.000 (ons) setahun setelah itu,” ujarnya.

PETI Marak di Wilayah Konsesi

Di tengah belum beroperasinya TMS, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) disebut justru berlangsung di wilayah Kontrak Karya perusahaan.

Terry mengklaim aktivitas penambangan ilegal tersebut telah mengambil emas bernilai ratusan miliar rupiah. Menurut dia, kondisi itu berpotensi menimbulkan kerugian negara karena aktivitas tersebut tidak melalui mekanisme perpajakan resmi.

“Kami menghabiskan Rp 200 miliar untuk proyek ini dan tidak mendapatkan apa-apa. Kami tidak punya satu gram pun… Mereka baru saja dalam beberapa bulan terakhir menambang Rp 200 miliar emas, pada dasarnya tanpa pajak yang dibayarkan,” kata Terry.

PT TMS merupakan perusahaan tambang emas di Sangihe yang menjadi anak usaha Baru Gold Corp, perusahaan yang berbasis di Kanada.

Mengutip laman resmi Baru Gold, TMS memegang Kontrak Karya sejak 1997 dengan wilayah konsesi sekitar 42.000 hektare yang berlaku hingga 2027.

Perusahaan memperkirakan wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya emas gabungan sekitar 266.000 ons. Sementara itu, angka sumber daya terukur yang disampaikan Terry mencapai 220.000 ons emas dan sekitar 1 juta ons perak.

Hingga kini, TMS masih menunggu kepastian izin operasi produksi untuk dapat memulai kegiatan penambangan secara resmi di wilayah tersebut.****

Pos terkait