Fajarasia.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri kegiatan Mujahadah Dzikrul Ghofilin dan Sholawat Kebangsaan di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (2/8/2025). Kegiatan tersebut diadakan di Pondok Pesantren Ora Aji yang diasuh oleh Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal Gus Miftah.
Kehadiran Wapres dalam acara ini mencerminkan apresiasi pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Terutama peran strategis pesantren dalam memperkokoh fondasi moral dan spiritual bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berita-berita hoaks yang kian mara. “Saya titip Gus, sekarang ini banyak sekali hoaks, banyak berita-berita yang tidak benar, tolong disaring dulu mana yang benar, mana yang tidak,” ujar Wapres Gibran di hadapan ribuan jemaat.
Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak langsung menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. “Kalau tidak yakin, ditanyakan dulu ke Pak Kiai, ke Gus-Gus, ke Bu Nyai, jangan asal percaya,” ujarnya.
Wapres menyebut, Kedatangannya ke ponpes Ora Aji ini menjadi bentuk penghormatan dan kedekatannya dengan sang pengasuh pesantren. Wapres menyebutkan dirinya menyempatkan hadir meski baru saja kembali dari kunjungan kerja di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Saya tadi pagi masih di NTB, siang terbang ke Jogja khusus untuk bertemu Gus Miftah dan Bapak Ibu semua. Sesibuk apapun, saya harus mampir karena Gus Miftah adalah guru saya,” ujar Wapres.
Dalam sambutannya, Wapres juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada para jemaat yang hadir. Ia juga meminta doa agar program-program pemerintah berjalan lancar dan membawa manfaat untuk masyarakat.
Ia menyebut beberapa program yang tengah digencarkan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Selanjutnya Sekolah Rakyat hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat yang berulang tahun.
“Saya mohon doa agar program-program dari Bapak Presiden bisa berjalan dengan baik dan lancar. Banyak yang sudah diluncurkan, mohon disebarluaskan agar bisa dinikmati oleh lebih banyak orang,” kata Wapres.
Sementara itu, Gus Miftah mengingatkan pentingnya hubungan yang saling menguatkan antara pemerintah dan rakyat. Ia menyebut peran rakyat tak hanya memilih, tetapi juga menjaga dan mendoakan para pemimpinnya.
“Hubungan antara rakyat dengan pemerintah itu adalah ta’awun, tolong-menolong. Pemerintah menolong rakyatnya dengan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat, dan rakyat menolong pemerintah dengan doanya dan kesabarannya,” ujar Gus Miftah.
Ia juga menegaskan, kritik yang membangun harus dilandasi rasa cinta, bukan nyinyiran di media sosial. “Nasihat itu datang dari orang yang mencintai kepada orang yang dicintai,” katanya.
“Kalau saya salah, jangan nyinyir di medsos. Datang langsung ke pondok, itu baru namanya nasihat,” ujarnya.****




