Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengusulkan pembentukan badan khusus untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera. Usulan ini muncul setelah banjir bandang melanda 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kita punya pengalaman menangani tsunami Aceh-Nias, gempa, likuifaksi, banjir, dan longsor. Tapi banjir dan longsor dengan kerusakan lingkungan masif seperti ini belum pernah kita alami. Karenanya, badan khusus sangat diperlukan,” kata Alex, Sabtu (3/1).
Alex menyampaikan usul tersebut setelah Presiden Prabowo menyetujui pembentukan Satgas Kuala atas usulan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Satgas ini difokuskan pada pengerukan sungai yang dangkal akibat lumpur serta pengolahan air berlumpur menjadi air bersih.
Namun, Alex menilai Satgas perlu ditingkatkan statusnya menjadi badan khusus agar bisa bekerja lebih komprehensif. “Tugasnya tidak sekadar mengeruk sungai, tapi menangani dampak bencana secara menyeluruh dan menghilangkan kendala teknis kewenangan,” tegasnya.
Politisi PDIP itu menambahkan, badan khusus akan memudahkan koordinasi pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi tanpa harus mengubah UU APBN. “Anggaran cukup dikoordinasikan dengan kementerian atau lembaga, sehingga lebih efisien,” ujarnya.
Alex juga menekankan pentingnya kepastian bagi pemerintah daerah dan penyintas bencana. Ia berharap model keberhasilan BRR Aceh-Nias bisa diulang, dengan manajemen transparan dan tanpa korupsi.
Dampak Banjir Sumatera
Data menunjukkan kerusakan fasilitas publik akibat banjir dan longsor cukup besar:
- Aceh: 1.312 fasilitas pendidikan, 631 rumah ibadah, 141 fasilitas kesehatan, 17 jembatan, 38 ruas jalan.
- Sumatera Barat: 659 fasilitas pendidikan, 150 rumah ibadah, 7 fasilitas kesehatan, 13 jembatan, 31 ruas jalan.
- Sumatera Utara: 659 fasilitas pendidikan, 22 rumah ibadah, 67 fasilitas kesehatan, 4 jembatan, 12 ruas jalan.
Secara keseluruhan, tercatat 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 81 ruas jalan, dan 34 jembatan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.





