Waka DPR Sari Yuliati Bahas Prioritas Ekonomi Indonesia dengan World Bank Group

Waka DPR Sari Yuliati Bahas Prioritas Ekonomi Indonesia dengan World Bank Group

Fajarasia.id  –  Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menggelar pertemuan bilateral dengan jajaran Wakil Presiden World Bank Group di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington DC. Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian Spring Meetings 2026 ini menjadi ajang penting untuk membahas arah dan prioritas ekonomi Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama dengan Bank Dunia, IFC, dan MIGA.

Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh WB VP Felipe (Asia Timur dan Pasifik), IFC VP Sarvesh (Regional Asia Pasifik), dan MIGA VP Junaid (Operasi). Dari pihak Indonesia, hadir pimpinan Komisi XI DPR RI, pimpinan Badan Anggaran DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, jajaran Direktorat Jenderal Kemenkeu, serta pejabat Bappenas.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sari Yuliati menekankan bahwa Spring Meetings merupakan forum utama dialog kebijakan ekonomi global. “Kami sangat menghargai kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan dengan World Bank Group, termasuk dukungan dari IFC dan MIGA,” ujar Sari.

Delegasi Indonesia yang di Pimpin Waka DPR RI Sari Yuliati menilai dukungan terpadu yang mencakup pembiayaan negara, investasi sektor swasta, dan mitigasi risiko telah berperan penting dalam membantu Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Dukungan tersebut juga memperkuat stabilitas makroekonomi dan mendorong reformasi struktural. World Bank Group disebut sebagai mitra pengetahuan yang andal dalam memberikan panduan kebijakan dan keahlian internasional.

Namun, delegasi Indonesia juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks. Perlambatan pertumbuhan di negara besar, ketegangan geopolitik, serta perpecahan geo-ekonomi dinilai memengaruhi perdagangan, investasi, dan rantai pasok. Selain itu, isu ketahanan energi, pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian perdagangan internasional turut memperberat lanskap kebijakan dunia.

Meski demikian, Indonesia tetap mampu menjaga disiplin fiskal dengan konsisten mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB sesuai aturan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemudian memaparkan lebih rinci mengenai keterlibatan Indonesia dengan World Bank Group, termasuk kerja sama dalam bidang iklim, penciptaan lapangan kerja, reformasi kebijakan, serta proyek pembangunan. ****

Pos terkait