Fajarasia.id – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan petani dan nelayan akan memperoleh harga lebih murah untuk bahan bakar terbaru B50. Subsidi ini berasal dari pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Menurut Bahlil, dana BPDP mengalami surplus dalam tiga bulan terakhir sehingga dapat digunakan untuk menurunkan harga B50 tanpa membebani APBN. “Presiden sangat sayang kepada petani dan nelayan, jangan sampai mereka membeli dengan harga mahal,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Subsidi akan diberikan khusus kepada nelayan dengan kapal di bawah 30 Gross Tonnage (GT), yang masuk kategori menengah. Kebijakan ini diharapkan meringankan biaya operasional sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian dana BPDP akan dialokasikan untuk mendukung program energi terbarukan ini.***





