Fajarasia.id – Muncul anggapan bahwa Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) selaku Beneficially Owner PT Navigator Khatulistiwa merupakan raja kecil yang dimaksud Presiden Prabowo Subianto.
Kepala negara menggambarkan sang raja kecil berusaha melawan dirinya dengan merasa sudah kebal hukum.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberi sambutan dalam Pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU di Jatim Expo Surabaya, Senin, 10 Februari 2025 yang lalu.
Lalu di kesempatan yang sama Prabowo meminta Jaksa Agung, Kapolri, dan pimpinan KPK untuk melakukan proses hukum apabila tidak menyerahkan uang hasil korupsi kepada negara dalam hitungan hari.
Anggapan raja kecil yang dimaksud Prabowo mengemuka seiring ramainya pemberitaan rumah Riza Chalid digeledah Kejaksaan Agung.
Penyidik Kejagung menggeledah rumah Riza Chalid yang selama ini disebut-sebut sebagai mafia minyak yang terletak di Jalan Jenggala, Kebayoran Baru dan Plaza Asia lantai 20.
Sementara di hari yang sama, Kejagung memeriksa Muhammad Kerry Adrianto Riza yang merupakan anak Riza Chalid, terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Usai diperiksa, Adrianto diumumkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba.
Di hari yang sama dengan penggeledahan rumah Riza Chalid, penetapan tersangka dan penahanan Adrianto Riza, Kejagung mengumumkan tersangka baru sambil menunjukkan uang sitaan terkait kasus importasi gula yang salah satu tersangkanya adalah mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, yang juga disebut-sebut kasus ini masih terkait ‘Gondangdia’.
Terkait soal sosok lain di balik raja kecil, ada yang mengaitkan dengan momen Riza Chalid yang hadir di acara resmi Partai Nasdem. Di antaranya, berdasarkan pemberitaan yang dihimpun redaksi, Riza Chalid pernah menghadiri acara kuliah umum yang digelar oleh Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Senin, 16 Juli 201.****





