Fajarasia.id – – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengaku ditelepon Sekretariat Kabinet (Seskab) Pramono Anung terkait dengan temuan transaksi mencurigakan Rp349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ivan mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan Anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman mengenai kewajiban PPATK melaporkan transaksi janggal ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebelum ke Komite Nasional TPPU Mahfud MD.
“Apakah boleh PPATK atau kepala komite tadi membuka itu ke publik seperti yang dilakukan Bapak Menko Polhukam Pak Mahfud. Dia dengan tegas menyampaikan kepada publik, seingat saya dalam UU PPATK, hanya melaporkan kepada Pak Presiden dan DPR. Apakah saudara sudah pernah lapor ke pak presiden?,” kata Benny Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (21/3/2023).
“Untuk kasus ini sudah kami sampaikan melalui Pak Menseskab Pramono Anung. Karena beliau yang telepon,” ucap Ivan menjawab pertanyaan Benny K Harman.
Namun, Benny menegaskan soal siapa yang menghubungi terlebih dulu.
“Siapa yang telepon?,” tanya Benny menegaskan.
Ivan kembali menjawab Menseskab yang meneleponnya. Mendengar jawaban itu, Benny tak puas dan kembali mengkonfirmasi Ivan soal siapa yang terlebih dulu menghubungi.
“Menseskab yang telepon atau sebaliknya?,”tanya Benny lagi.
Ivan lalu menjawab bahwa Pramono Anung yang menelepon.
“Beliau yang telepon saya, saya minta waktu karena masih covid dan sebagainya,” jawab Ivan.
Benny kemudian mempertanyakan soal komunikasi yang terjalin antara PPATK dengan Pramono Anung tersebut. Karena PPATK adalah institusi yang independen.
“Saya tahu PPATK independen, PPATK dalam kaitan apa Menseskab menelpon saudara?,”tanya Benny.
Setelah itu, Ivan mengaku bahwa dirinya yang meminta waktu untuk menyampaikan data ke Presiden, karena Mensesneg tengah sakit.
“Sebenarnya, saya minta waktu untuk menyampaikan, karena Mensesneg lagi sakit mau sampaikan data terkait hal ini kepada pak Presiden,” ujarnya.
Saat Benny menanyakan apakah laporan tersebut sudah sampai ke meja presiden, Ivan mengaku tidak tahu, dan meminta Benny menanyakan langsung ke Mahfud MD. Karena ia tidak tahu menahu perihal itu.
“Apakah saudara yakin laporan anda sudah sampai ke meja bapak presiden?,”tanya Benny lagi.
“Bapak mungkin bisa tanya Pak Menko (Mahfud),” jawab Ivan.
“Anda kepala PPATK,” kata Benny.
“Saya tidak punya informasi,” tutupnya.****





