Fajarasia.id – Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghasilkan kesepakatan strategis di sektor energi. China berencana meningkatkan impor minyak mentah dari AS secara besar-besaran, menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai mitra dagang utama bagi produsen minyak terbesar dunia tersebut.
Langkah ini muncul di tengah krisis pasokan global akibat blokade Iran di Selat Hormuz yang melumpuhkan jalur ekspor utama dari Timur Tengah. Dengan kondisi tersebut, AS diproyeksikan menjadi pemasok baru yang krusial bagi kebutuhan energi China.
Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk perdagangan energi yang alami dan saling menguntungkan. Trump sendiri mengonfirmasi bahwa kapal-kapal China akan segera mulai mengangkut minyak dari Texas, Louisiana, hingga Alaska.
Kesepakatan ini dipandang sebagai titik balik dalam peta logistik energi dunia, sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua raksasa ekonomi di tengah ketegangan geopolitik kawasan.****





