Fajarasia.id – Pemerintah Republik Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi dan kerja sama perdagangan senilai Rp7 triliun dengan sejumlah perusahaan asal Belarus. Kesepakatan ini ditandai melalui penandatanganan dokumen resmi Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Bidang Kerja Sama Ekonomi di Minsk, Belarus.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menandatangani dokumen penting yang menjadi landasan penguatan hubungan bilateral di sektor perdagangan, investasi, industri, perbankan, hingga ketahanan pangan.
“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (16/5)
Sebanyak lima Nota Kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha kedua negara turut diteken, termasuk kerja sama strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, serta empat kesepakatan lain yang melibatkan PT Indonesia Belarus Jaya.
Selain itu, kedua pihak juga mematangkan persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia. Agenda tersebut akan menghasilkan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus yang mencakup rencana pembukaan rute penerbangan langsung, pelonggaran kebijakan visa, hingga pembukaan KBRI di Minsk.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha domestik di pasar global.***





