Fajarasia.id – Sebagian warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa antusias merayakan Imlek di Tiongkok, salah satunya di Guangzhou. Dan tradisi khas di sana, kalau mau memperoleh keberuntungan, adalah belanja di pasar bunga di Guangzhou.
“Di sini WNI kebanyakan keturunan Tionghoa merayakan Imlek, itu banyak saudara-saudaranya kembali ke Tiongkok sebagai turis. Atau dia ke Indonesia bertemu keluarganya,” kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou Ben Perkasa Drajat Senin (16/1/2023) .
Menurutnya, antusias itu setelah pihak pemerintah Tiongkok memperbolehkan warganya untuk merayakan Imlek setelah kasus Covid-19 melandai. “Sangat meriah karena baru saja bangkit dari Covid-19 selama tiga tahun sejak 2020, 2021 dan 2022 tidak ada perayaan Imlek pada waktu itu,” kata Ben.
Ia mengungkapkan kemeriahan Imlek di Guangzhou mulai terasa belakangan ini. “Jadi pada tahun inilah perayaan Imlek dalam arti perayaannya, selebrasinya, terus kemudian mudiknya mobilitas warga diperbolehkan lagi,” ucapnya.
Bahkan, kata dia, pemerintah Tiongkok memberlakukan libur bagi warganya yang merayakan Imlek tersebut. “Kalau di Tiongkok libur Imlek dari 23 Januari sampai 27 Januari 2023 itu libur, memberi kesempatan bagi warga untuk ke kampung halamannya masing-masing,” ucapnya.
Diperkirakan lebih dari dua miliar orang akan melakukan perjalanan selama 40 hari ke depan. Terutama orang Tionghoa yang akan mudik ke kampung halamannya.
Menurutnya sejumlah tradisi dilakukan warga Tiongkok dalam merayakan Imlek ini. “Perayaan Imlek di sini secara umum misalnya, makan bersama dengan keluarga, memberi angpau kepada yang lebih muda, mengirim paket makanan seperti dodol,” ujarnya.
Perayaan Imlek di Guangzhou berbeda dengan di wilayah lain di Tiongkok. “Ada satu tradisi di sini kalau ingin keberuntungan harus belanja di pasar bunga di Guangzhou, ini yang khas perayaan Imlek di kota Guangzhou,” ujarnya.***





