Fajarasia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi komoditas di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan saat peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GPIP) Wilayah Jawa 2026 di Gudang Bulog, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Bima meminta para pemimpin daerah aktif turun ke lapangan untuk memantau jalur distribusi, rantai produksi, serta harga komoditas secara berkala. Menurutnya, langkah ini krusial agar potensi gangguan pasokan dapat segera diantisipasi.
Selain itu, ia menekankan agar program swasembada pangan tidak diabaikan meski ada tuntutan politik lokal. Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah disebut sebagai kunci menjaga ketahanan pangan nasional.
Bima juga mengingatkan agar APBD, khususnya Belanja Tidak Terduga (BTT), dimanfaatkan untuk intervensi pasar dan mendukung kelancaran distribusi. Ia mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam membangun integrasi sistem pangan dari hulu ke hilir, serta berharap gerakan pengendalian inflasi terus diperluas ke berbagai wilayah.
“Kemendagri siap mengawal bersama gerakan ini agar stabilitas harga tetap terjaga,” tutup Bima.****





