Fajarasia.id -Pemerintah memastikan, seluruh jemaah Indonesia akan berangkat ke Arafah pada Rabu (4/5/2025). Mereka berangkat ke Arafah sebagai persiapan wukuf di Arafah, yang jatuh pada Kamis (5/6/2025).
Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief, mengatakan jemaah akan berangkat dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berangkat pukul 07.00-11.00 Waktu Arab Saudi (WAS), kedua (11.00-16.00), dan ketiga (16.00-21.00).
“Pertama, dari Makkah ke Arafah. Pergerakan ini akan dilakukan dalam tiga trip,” kata Hilman dalam keterangannya di Makkah, Selasa (2/6/2025).
Menurutnya, ada sejumlah skema mitigasi pergerakan jemaah yang telah disusun untuk memastikan seluruhnya terangkut ke Arafah. “Jangan sampai ada yang tertinggal, tercecer, bahkan terabaikan,” ucapnya.
Setelah wukuf di Arafah, jemaah mulai berangkat ke Muzdalifah pada pukul 19.00 WAS. Jemaah haji reguler dijadwalkan mabit di Muzdalifah hingga menjelang shubuh pada Jumat (6/5/2025).
Ia menganjurkan, jika jemaah belum mendapatkan batu kerikil dari syarikah, maka dapat mengumpulkan batu kerikil untuk melempar jumrah di Mina. Setibanya di Mina, jemaah dapat langsung melempar jumrah Aqabah, yaitu salah satu dari tiga jamrah (tiang batu) yang ada di Mina.
Jemaah melemparkan tujuh batu kerikil ke arah jamrah aqabah sebagai simbol melempar setan dan menolak godaan setan. Selesai melempar jumrah, jemaah melakukan tahallul awal.
Setelah tahallul, jemaah bisa terlepas dari larangan ihram. Kecuali bersetubuh atau bercumbu dengan syahwat dan jimak.
Kemudian, jemaah bisa menjalani tawaf Ifadhah, sai, tahallul kedua, Mabit di Mina selama beberapa hari. Dalam hal ini, jemaah diminta melontar tiga jamrah yakni Ula, Wustha, dan Aqabah.
Masing-masing lemparan berjumlah tiga bantu kerikil. Di mana dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut pada 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.*****




