Sekutu Menjauh, AS Kehilangan Kepercayaan

Sekutu Menjauh, AS Kehilangan Kepercayaan

Fajarasia.id – Ketegangan global akibat perang Iran semakin memperlebar jarak antara Amerika Serikat dan sekutu tradisionalnya. Langkah Presiden AS Donald Trump menarik ribuan pasukan dari Jerman serta ancaman pengurangan militer di Italia dan Spanyol memicu kekhawatiran Eropa bahwa Washington makin sulit diprediksi.

Selama lebih dari sepuluh pekan, konflik AS–Israel melawan Iran tidak hanya mengguncang pasar energi dunia, tetapi juga menimbulkan retakan serius dalam hubungan dengan NATO, negara-negara Teluk, hingga sekutu di Asia. Analis menilai kredibilitas AS kini dipertaruhkan, sementara banyak negara mulai mempertimbangkan mengurangi ketergantungan strategis terhadap Washington.

Di Eropa, penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat pasokan energi terguncang. Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan lebih terbuka mengkritik kebijakan Trump. Negara-negara Eropa pun mulai memperkuat kerja sama pertahanan regional dan industri persenjataan sendiri.

Ketegangan juga merembet ke kawasan Teluk. Serangan rudal Iran ke Uni Emirat Arab dianggap Trump sebagai “insiden kecil”, memicu keresahan sekutu Arab yang khawatir akan ditinggalkan. Di Asia, Jepang dan Korea Selatan menilai kepercayaan terhadap AS semakin menyusut, terutama terkait kemungkinan konflik besar dengan China.

Sementara itu, Rusia dan China disebut memanfaatkan situasi. Rusia diuntungkan oleh lonjakan harga energi, sedangkan Beijing berusaha tampil sebagai mitra global yang lebih stabil dibandingkan Washington.

Perang Iran, menurut para analis, bukan hanya soal konflik militer, tetapi juga ujian besar bagi posisi Amerika Serikat di panggung internasional.****

 

Pos terkait