Fajarasia.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mengumpulkan data lapangan terkait kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Insiden tragis ini menewaskan 18 orang dan melukai empat lainnya.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut tim investigator belum kembali dari lokasi karena masih melakukan pendalaman. “Sampai hari ini masih pengumpulan data lapangan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengungkap bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang terlibat kecelakaan ternyata tidak memiliki izin operasional sejak 2020. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan pihaknya menunggu hasil investigasi KNKT dan penyelidikan Polri untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Bus ALS diketahui berangkat dari Terminal Batay, Lahat, menuju Medan dengan manifes awal 10 penumpang. Saat melintas di Terminal Lubuklinggau, jumlah penumpang bertambah menjadi 14 orang ditambah empat kru. Kecelakaan tersebut menewaskan 11 penumpang bus, tiga kru bus, serta dua kru truk tangki.
KNKT menekankan pentingnya pemenuhan data dan dokumen pemeriksaan agar investigasi berjalan sesuai target. Hasil akhir akan dituangkan dalam laporan resmi yang mencakup sistem pengendalian dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan transportasi.****





