Sejak Adanya Proyek di Sungai Asahan, Banjir Rendam Sei Dua Simpang Empat tak Kunjung Surut

Sejak Adanya Proyek di Sungai Asahan, Banjir Rendam Sei Dua Simpang Empat tak Kunjung Surut

Fajarasia.id – Banjir di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Asahan, Sumatera Utara (Sumut) sudah terjadi hamper 9 bulan takkunjung surut.

Ratusan hektar lahan pertanian terendam dan bahkan banyak warga yang mengalami penyakit kulit.
Menurut Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar banjir ini akibat adanya Pendangkalan Sungai Asahan, ditambah lagi dengan benteng sungai jebol hingga berdampak terjadi bencana banjir di Kecamatan Simpangempat kabupaten Asahan.

Melihat kondisi itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar mengaku telah minta Badan Wilayah Sungai (BWS) melakukan perbaikan secepat mungkin, agar akibat bencana banjir tidak lagi berkepanjangan karena telah berdampak kepada perekonomian masyarakat.

Bupati Asahan saat dihubungi pada Sabtu (19/4/ 2025) Taufik menyebutkan, banjir di Asahan disebabkan beberapa faktor, diantaranya curah hujan tinggi diperparah dengan benteng Sungai Asahan di Kecamatan Teluk Dalam jebol sekitar 200 meter, mengakibatkan air sungai meluap.

” Sungai Asahan sudah terjadi pendangkalan, sehingga air sungai melebar, karena itu kita minta pemerintah pusat segera melakukan pengerukan ,” jelas Taufik sembari mengatakan belum adanya tindakan dari BWS sampai saat ini .

Bupati Asahan juga minta BWS wilayah Sumut melakukan perbaikan benteng sungai Asahan yang jebol, dan memperpanjang bentang sehingga bisa menghindari banjir. Karena dikhawatirkan kedepan, bila curah hujan tinggi dan sungai Asahan meluap, bersamaan dengan air pasang besar terjadi di Tanjung Balai, maka akan terjadi banjir, air akan terjebak di tengah.

” Kita akan melakukan langkah cepat, dengan melakukan mitigasi, salah satunya dengan survey oleh PU apa yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi bencana banjir, sebab Sungai merupakan wewenang wilayah BWS,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, Pemkab Asahan tidak ada wewenang dalam hal itu. Berdasarkan survei akan membuat program kerja agar jangan sampai program kerja kita tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Sementara berdasarkan keterangan warga sei dua Simpang empat Asahan Aminudin Marpaung, banjir ini sebenarnya sudah lama, namun kadang besar namun untuk surutnya tidak pernah kering sejak adanya proyek tanggul di sungai.

“Sebenarnya banjir ini sejak tahun 2020 yang lalu, namun terkadang sampai besar, akan tetapi untuk kering betul sudah tidak pernah,” Ucap Aminudin Marpaung Warta Sei Dua Simpang Empat Asasah Sumatra Utara, Sabtu (19/4).

Akan tetapi beberapa hari lalu, dengan kedalaman air mencapai 50-60 Cm. Bahkan merendam lima desa di Simpang empat (Desa Anjung Ganjang, Silomlom, Suka Raja, Simpangempat, dan Sei Dua Hulu), namun banjir yang terkena pemukiman masyarakat terletak di Desa Sei Dua Hulu sebanyak 11 dusun, sedangkan desa lain hanya perkebunan yang direndamt banjir .

Lalu diketahui banjir merendam di Desa Sei Dua Hulu sebanyak 1.092 KK di 11 Dusun, hal ini dikarenakan meluapnya Sungai Asahan, karena benteng sungai jebol di wilayah Teluk Dalam, dan berujung membanjiri rumah warga ditambah curah hujan tinggi hingga saat ini.

Lanjut Aminudin, karena ini proyek APBN, maka kami berharap Kementerian PU dan Komisi V DPR RI turun meninjau proyek sungai ini, agar banjir ini secepatnya Teratasi,’ Ucapnya.

Ditempat terpisah Kepala BBWS Sumatera II Medan, Agus Safari mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi banjir tersebut dan telah mengajukan anggaran ke kementerian untuk secepatnya menyelesaikan masalah banjir tersebut.

“Kami telah turun ke lokasi banjir, dan kami telah mengajukan ke Kementerian agar secepatnya menganggarkannya agar dapat mengatasi banjir tersebut. ” Ucap kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra Utara Agus Safari.

Lanjur Agus, Kementerian PU berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur pengendali banjir di berbagai daerah rawan, termasuk di Kabupaten Asahan. Sehingga bencana banjir di masa mendatang dapat meminimalisir risiko yang diakibatkan oleh banjir.****

Pos terkait