Rupiah Jebol Rp17.700, Defisit CAD Sentuh US$4 Miliar

Rupiah Jebol Rp17.700, Defisit CAD Sentuh US$4 Miliar

Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan, bahkan sempat menembus Rp17.700 per US$ pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Di saat bersamaan, defisit neraca transaksi berjalan (CAD) kuartal I-2026 mencapai US$4 miliar atau 1,1 persen dari PDB, terbesar sejak akhir 2019.

Ekonom Maybank, Myrdal Gunarto, menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Arus keluar modal asing (hot money outflow) serta kehati-hatian investor terhadap kebijakan baru, seperti pembentukan BUMN ekspor dan aturan DHE SDA, disebut memperberat tekanan.

Selain itu, pasar juga mengantisipasi potensi arus keluar dana asing terkait keputusan lembaga indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. Faktor musiman, seperti kebutuhan dividen dan musim haji, turut memberi tekanan sementara.

Myrdal menekankan, pelebaran defisit transaksi berjalan lebih banyak dipicu kenaikan impor akibat aktivitas ekonomi domestik yang menguat serta mahalnya harga minyak dunia. Meski begitu, beberapa komponen transaksi berjalan menunjukkan perbaikan, termasuk remitansi pekerja migran dan penurunan defisit jasa ekspor.

Ia mengingatkan, pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat menahan ekspansi usaha karena biaya impor dan bunga semakin mahal. “Kalau rupiah melemah, belanja impor bisa turun, dan itu sinyal aktivitas ekonomi melambat,” ujarnya.****

Pos terkait