Ratusan Demonstran di Madrid Tolak Operasi Militer AS di Venezuela

Ratusan Demonstran di Madrid Tolak Operasi Militer AS di Venezuela

Fajarasia.id –  Ratusan orang turun ke jalan di Madrid, Spanyol, Minggu (4/1), untuk menyuarakan penolakan terhadap operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Massa berkumpul di depan Kedutaan Besar AS sambil mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan yang mengecam campur tangan Washington dalam urusan negara lain.

Orlando Salas, warga Venezuela yang sudah enam tahun menetap di Spanyol, menilai tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. “Serangan ini akan meninggalkan luka lebih dalam dibandingkan masalah yang mereka klaim ingin perbaiki,” ujarnya.

Aksi tersebut juga diwarnai kehadiran tokoh politik sayap kiri. Pemimpin partai Podemos, Ione Belarra, mendesak pemerintah Spanyol dan Uni Eropa agar bersikap tegas serta meninjau ulang hubungan diplomatik dengan Washington.

👮 Pengamanan Ketat Polisi memperkirakan ratusan demonstran hadir di lokasi. Kawasan sekitar kedutaan dijaga ketat oleh Kepolisian Nasional dan Garda Sipil untuk mengantisipasi kericuhan.

Eric Briceno, warga Kuba yang ikut aksi, menegaskan bahwa protes ini bukan soal mendukung tokoh politik tertentu. “Kami menolak tekanan militer dan mendukung hak setiap bangsa menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan pihak luar,” katanya. Ia juga memperingatkan bahwa langkah AS bisa menjadi preseden berbahaya bagi negara-negara Amerika Latin.

🌍 Konteks Global Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Sejumlah laporan menyebutkan terjadi ledakan di Caracas, sementara media internasional melaporkan sedikitnya 40 orang tewas, termasuk warga sipil.

Otoritas Venezuela menuntut bukti keberadaan Maduro, sementara Trump mengklaim telah membawa pasangan itu ke kapal USS Iwo Jima. Media AS bahkan menyiarkan pendaratan pesawat di New York yang disebut membawa Maduro dengan pengawalan ketat.

Langkah Washington menuai kecaman dari sejumlah anggota Kongres AS yang menilai operasi tersebut ilegal. Pemerintah Venezuela berencana mengajukan keberatan ke organisasi internasional dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari.

Reaksi Rusia Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya terhadap Venezuela dan menuntut pembebasan Maduro serta istrinya. Moskow menilai tindakan AS sebagai agresi yang berbahaya dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas di kawasan Amerika Latin.

Pos terkait