Fajarasia.id – Presiden Rusia Vladimir Putin telah bahas diplomatik Jalur Gaza dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, pada Senin (16/10/2023) malam. Tapi, Netanyahu tetap menyatakan akan melakukan serangan ke Jalur Gaza, meski Rusia telah memberikan saran perdamaian terkait eskalasi perang Zionis Israel menghadapi Hamas Palestina.
“Kami tidak akan berhenti. Sampai menghancurkan kemampuan Militer dan Pemerintah Hamas,” kata Netanyahu dilansir dari laman Kantor Berita TASS, Rabu(18/10/2023).
Zionis Israel tetap akan berperang, seperti pernyataan Netanyahu, pada hari pertama diserang Hamas Palestina dari Jalur Gaza, pada Sabtu (7/10/2023) pagi. Sebab, menurut dia, Israel yang mendapat serangan dari Hamas Palestina.
Sedangkan Putin, ingin mencegah bencana kemanusiaan di Jalur Gaza, supaya “tidak mengalami” krisis Timur Tengah. “Rusia berupaya mengakhiri konfrontasi Palestina-Israel dan mencapai penyelesaian damai melalui cara politik dan diplomatik,” bunyi keterangan Kremlin dilansir dari laman Reuters, Senin (16/10/2023) yang lalu.
Tapi, pernyataan tersebut tidak menyebutkan gencatan senjata ingin dicapai Rusia dalam menyelesaikan perang Hamas Palestina-Israel. Kremlin tidak mengemukakan resolusi untuk diajukan ke Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).
Putin malahan memberi pengarahan kepada Netanyahu tentang percakapan dengan para pemimpin Iran, Mesir, Suriah, dan Otoritas Palestina. Menurut Kremlin, hal tersebut juga telah dibahas sebelumnya.
“Pendapat bulat telah diungkapkan mengenai perlunya gencatan senjata dini. Dan pembentukan gencatan senjata kemanusiaan untuk segera memberikan bantuan kepada semua yang membutuhkan,” kata Kremlin mengenai mereka terkena dampak perang di Jalur Gaza.
“Ada juga kekhawatiran serius mengenai kemungkinan konflik meningkat menjadi perang regional.” Krisis ini telah mengalihkan sebagian perhatian dunia dari perang Rusia di Ukraina.
Sedangkan Kremlin bereksempatan menunjukkan hubungan kuatnya dengan semua pemain kunci di Timur Tengah saat ini. Selain itu, mereka menjadikannya sebagai suara perdamaian dan pengendalian diri.
Meski demikian, Kremlin mengatakan, sang Presiden mengucapkan belasungkawa kepada Netanyahu. “(Belasungkawa, red) atas kematian lebih dari 1.300 warga Israel dalam gelombang serangan dilancarkan dari Jalur Gaza oleh kelompok militan Islam Hamas, pada (7/10/2023),” kata Kremlin.
Walaupun sebelumnya, Putin telah menyalahkan Amerika Serikat karena gagal dalam membuat kebijakan di Timur Tengah. Sehingga, terjadinya ledakan kekerasan baru, yaitu serangan dadakan mematikan Kelompok Bersenjata Palestina Hamas melawan Israel.****





