Fajarasia.id – Anura Kumara Dissanayake, seorang anggota parlemen Marxis, terpilih sebagai presiden baru Sri Lanka. Ia menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan hubungan dengan dua negara mitra penting, yaitu India dan Tiongkok.
Kemenangan Dissanayake terjadi setelah krisis ekonomi parah yang menimpa negara itu. Kini ia harus memenuhi janji untuk meningkatkan kehidupan rakyat dan membersihkan pemerintah.
Sri Lanka terletak di jalur pelayaran penting, sehingga menarik perhatian India dan Tiongkok yang saling bersaing untuk pengaruh di Sri Lanka. Dissanayake diharapkan dapat menjaga jarak yang sama dari kedua negara.
Dissanayake juga menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri India, Narendra Modi, serta Presiden Tiongkok, Xi Jinping atas kemenangannya. Melansir dari Associated Press News, yang dikutip Redaksi Pada Jumat (27/9/2024), Dissanayake kemungkinan akan menarik lebih banyak investasi dari Tiongkok.
Meskipun investasi Tiongkok sebelumnya melambat karena utang yang tinggi setelah krisis ekonomi pada 2022. Bantuan besar dari India kepada Sri Lanka setelah krisis menunjukkan bahwa negara tersebut kini memiliki pengaruh yang lebih besar.
Setelah dilantik, Dissanayake menyatakan keinginan untuk bekerja sama dengan Tiongkok dalam pembangunan. Namun, ia menolak devolusi kekuasaan ke utara dan timur, yang merupakan daerah dengan populasi Tamil yang erat hubungannya dengan India.
Kemenangan Dissanayake juga terjadi di tengah pergeseran beberapa negara tetangga yang beralih ke Beijing. India kini menghadapi tantangan baru dari partai Dissanayake, yang sebelumnya telah mengkritik ekspansionisme India di kawasan tersebut.
Meskipun demikian, Dissanayake bersikap pragmatis dan mengutamakan stabilitas serta keamanan kawasan dalam keputusan politiknya. Dia bertemu dengan menteri luar negeri India sebelum pemilihan.
Duta besar India adalah orang pertama yang bertemu Dissanayake setelah hasil pemilihan diumumkan. Dissanayake menegaskan, tidak akan membiarkan ketidakstabilan di kawasan ini dan berkomitmen pada keselamatan dan keamanan wilayah.
Untuk menarik pemilih domestik, termasuk yang anti-India, ia kemungkinan akan menonjolkan hubungan dengan Tiongkok. Hal ini sebagai strategi untuk mendapatkan keuntungan tawar dengan India.***





