Fajarasia.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan perubahan skema Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) agar digelar berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga provinsi. Nantinya, para peserta terbaik akan memperebutkan Piala Gubernur sebelum dikirim ke ajang nasional maupun internasional.
Usulan tersebut disampaikan Pramono saat membuka Festival Bandeng Rawa Belong di Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, pola berjenjang akan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dan generasi muda untuk ikut serta dalam kompetisi membaca Al-Qur’an.
“Saya menginginkan MTQ tidak lagi seperti sekarang. Diadakan mulai dari kelurahan, naik ke kecamatan, lalu ke provinsi memperebutkan Piala Gubernur,” tegasnya.
Pramono menilai sistem ini akan mendorong pembinaan sejak tingkat paling bawah, sehingga peserta terbaik bisa terjaring sejak awal dan dipersiapkan untuk bersaing di level lebih tinggi. Ia juga mengusulkan agar puncak MTQ tingkat provinsi dikaitkan dengan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, sehingga gaungnya lebih luas sekaligus memperkuat karakter religius dan budaya masyarakat Betawi serta Jakarta secara umum.
Dengan skema baru ini, diharapkan lahir lebih banyak qari dan qariah unggulan dari Jakarta yang mampu bersaing di panggung nasional hingga internasional.




